SAMPIT – Peredaran narkoba ternyata masih memiliki keterkaitan dengan sejumlah kasus pencurian yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Fakta itu terungkap dari hasil pengungkapan beberapa kasus pencurian tandan buah segar (TBS) sawit yang dilakukan Polres Kotim.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, sejumlah pelaku pencurian yang diamankan diketahui positif menggunakan narkoba.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya hubungan antara penyalahgunaan narkotika dan tindak kriminal.
“Dari beberapa pencurian tandan buah segar yang kami ungkap, memang di antaranya positif narkoba. Sehingga ini menjadi catatan kita bahwa peredaran narkoba masih bersinggungan dengan pencurian,” katanya, Selasa (2/6/2026).
Menurut Kapolres, kepolisian terus melakukan penindakan terhadap jaringan narkoba untuk memutus mata rantai kejahatan yang ditimbulkannya. Salah satunya melalui pengungkapan kasus narkotika dalam jumlah besar beberapa waktu lalu.
“Secara penindakan narkoba, sejauh ini kami terus melakukan pengungkapan. Kalau tidak salah terakhir kami baru saja memusnahkan lebih dari satu kilogram barang bukti narkoba,” ujarnya.
Meski demikian, Kapolres menilai faktor utama yang mendorong seseorang melakukan pencurian tetap berasal dari kombinasi niat dan kesempatan.
“Sejauh ini faktor yang sangat menjadi prinsip adalah niat dan kesempatan. Niat bisa terjadi karena kesempatan, begitu juga ketika ada kesempatan maka niat akan muncul,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut berperan menjaga keamanan lingkungan untuk mempersempit peluang terjadinya tindak kejahatan.
“Mari bersama-sama menjaga diri sendiri dan lingkungan. Dengan begitu niat dan kesempatan untuk melakukan kejahatan bisa ditekan,” katanya.
Ia juga menepis anggapan bahwa faktor ekonomi semata menjadi penyebab utama pencurian. Menurutnya, kondisi ekonomi tidak otomatis membuat seseorang melakukan tindak pidana.
“Kalau faktor ekonomi, kalau tidak ada niat dan tidak ada kesempatan juga tidak akan terjadi. Jadi memang dalam teorinya adalah niat dan kesempatan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana