SAMPIT – Di tengah maraknya pengungkapan kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sepanjang Januari hingga Mei tahun 2026, Polres Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah setempat masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, kasus pencurian sawit memang menjadi salah satu perhatian aparat kepolisian. Namun hingga saat ini, berbagai potensi gangguan keamanan masih dapat diantisipasi melalui patroli dan pengawasan yang dilakukan secara rutin.
“Situasi kamtibmasnya sejauh ini kondusif dan terkendali,” kata Resky saat memberikan keterangan dalam jumpa pers, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, kawasan perkebunan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian.
Selain karena tingginya aktivitas ekonomi di sektor tersebut, wilayah perkebunan juga kerap menjadi lokasi terjadinya pencurian tandan buah segar (TBS).
Untuk mengantisipasi hal itu, kepolisian terus berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan perkebunan yang memiliki satuan pengamanan. Keberadaan petugas keamanan di perusahaan dinilai penting untuk mendeteksi lebih dini potensi tindak pidana di lapangan.
Baca Juga: Kapolres Kotim Sebut Narkoba Jadi Akar Penyebab Pelaku Lakukan Aksi Pencurian Sawit
“Adapun kegiatan pencurian di perkebunan itu menjadi atensi kita bersama. Di sana juga ada satuan-satuan pengamanan yang dilibatkan oleh perusahaan untuk melakukan patroli,” ujarnya.
Kapolres menjelaskan, patroli tidak hanya dilakukan di area yang rawan pencurian sawit, tetapi juga pada sejumlah titik yang berpotensi memunculkan gangguan keamanan lainnya. Termasuk lokasi yang sedang terjadi dinamika sosial antara masyarakat dan perusahaan.
“Jadi titik-titik tertentu apabila ada kegiatan ataupun tuntutan masyarakat, itu juga menjadi atensi kita untuk melakukan patroli,” jelasnya.
Baca Juga: ISPO Jadi Kunci Sawit Rakyat Naik Kelas, Pemprov Kalteng Percepat Sertifikasi dan Pendataan Pekebun
Ia menegaskan, kepolisian akan terus mengedepankan langkah pencegahan agar potensi konflik maupun tindak pidana tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari aparat, perusahaan hingga masyarakat, kondisi kamtibmas di Kotim diharapkan tetap terjaga.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga situasi yang selama ini kondusif dapat terus dipertahankan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana