SAMPIT – Kondisi perekonomian saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, hal itu dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, berdasarkan evaluasi kepolisian, situasi kamtibmas di Kotim masih berjalan dengan baik meski masyarakat turut merasakan dampak perubahan ekonomi.
Baca Juga: Demam Piala Dunia, Kapolres Kotim Ingatkan Warga Hindari Judi Bola
“Sejauh ini dari evaluasi kita memang terjadi beberapa inflasi, tapi ini masih dalam kondisi rata-rata. Seluruh wilayah juga terdampak,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi memang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas sosial. Namun, faktor tersebut tidak bisa langsung dikaitkan sebagai penyebab utama munculnya gangguan keamanan.
“Kaitannya dengan kamtibmas, sejauh ini masyarakat Kotawaringin Timur berjalan dengan baik. Faktor ekonomi tidak hanya menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kejahatan, tapi juga ada faktor niat dan kesempatan,” jelasnya.
Baca Juga: Inflasi Kotim 4,18 Persen, Wabup Ajak Warga Laporkan Jika Ada Penimbunan Elpiji dan Minyakita
Ia menyebut, potensi gangguan keamanan dapat muncul dari berbagai situasi. Karena itu, upaya menjaga lingkungan tetap aman tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Kapolres mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dan tidak mudah terpengaruh oleh kondisi ekonomi yang berkembang. Menurutnya, komunikasi serta kepedulian antarwarga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Baca Juga: Mitra Bulog Minyakita di Kotim Akan Dievaluasi Karena Distribusi Belum Merata
“Bagaimana kita bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat juga memiliki peran untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana