KASONGAN – Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sedikitnya 50 personel untuk memperkuat penanganan pascabentrokan saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026).
Personel tambahan itu difokuskan untuk mengamankan lokasi sekaligus membantu pencarian dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hingga kini belum ditemukan.
Langkah penebalan personel dilakukan setelah operasi penangkapan yang berlangsung Kamis dini hari berujung tragedi.
Satu anggota polisi gugur saat bertugas, sementara dua personel lainnya dilaporkan hilang setelah diduga tercebur ke sungai ketika berusaha menyelamatkan diri dari kepungan massa.
Korban yang meninggal dunia adalah Aipda Yudhi Perdana Putra. Selain itu, seorang warga sipil berinisial TE (40), yang disebut merupakan keluarga target operasi, juga dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan situasi di lokasi masih memerlukan pengamanan ekstra sehingga pihaknya meminta dukungan personel dari Polda Kalimantan Tengah.
“Kami telah meminta perbantuan personel kurang lebih sebanyak 50 orang untuk memback up di lokasi kejadian,” ujarnya.
Menurut Dodik, personel yang diterjunkan berasal dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng.
Selain menjaga keamanan di lokasi kejadian, mereka juga diperbantukan dalam proses pencarian dua anggota yang masih hilang.
“Bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah ini bertujuan untuk melakukan penyisiran, mengamankan lokasi dan memback up pencarian anggota kami yang sampai saat ini belum ditemukan,” bebernya.
Sejauh ini, aparat gabungan masih menyisir kawasan sekitar lokasi bentrokan, termasuk aliran sungai yang diduga menjadi jalur pelarian personel saat mendapat serangan dari massa.
Pencarian terus dilakukan dengan harapan dua anggota Satresnarkoba yang belum diketahui keberadaannya dapat segera ditemukan.
Sebelumnya, bentrokan pecah saat tim Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek rumah seorang terduga bandar narkoba.
Operasi yang semula berjalan sesuai rencana berubah ricuh setelah petugas mendapat perlawanan dari keluarga target dan sejumlah warga hingga memaksa personel menyelamatkan diri ke kawasan sungai. (*)
Editor : Ayu Oktaviana