KONDISI krisis yang melanda Indonesia saat ini menimbulkan keprihatinan luas. Gelombang demonstrasi pecah di berbagai daerah, bahkan disertai aksi penjarahan di rumah sejumlah pejabat.
Di tengah situasi yang memanas, terungkap fakta mengejutkan, sejumlah influencer dengan jutaan pengikut di media sosial mengaku ditawari menjadi buzzer dengan bayaran fantastis, mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan proposal yang diterima, para influencer diminta menyuarakan ajakan damai kepada masyarakat.
Namun, meski imbalan besar ditawarkan, mereka kompak menolak. Alasannya, mereka memilih tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Sejumlah influencer kemudian menyampaikan pernyataan tegas mereka terkait tawaran tersebut, menegaskan bahwa suara publik lebih berharga dibandingkan imbalan materi.
1. Jerome Polin
Melalui akun Instagramnya @jeromepolin, kreator konten dengan 9,1 juta follower di media sosial ini mengunggah foto berisi tangkapan layar proposal tawaran untuk jadi buzzer dengan bayaran sebesar Rp 150 juta untuk satu kali posting di Instagram.
Beberapa ketentuan dari proposal tersebut, Jerome Polin harus mengunggah sebuah video pendek di Instagram pada 1 September pukul 15.00 dengan seruan ajakan damai dari polisi, ojol, DPR, dan masyarakat.
Pemuda berusia 27 tahun tersebut menyoroti besaran fee yang ditawarkan kepadanya. Menurut Jerome Polin uang itu bisa digunakan untuk menaikkan gaji banyak guru dibandingkan hanya dipakai untuk bayar satu video di Instagram.
"Nih, aku spill. Uang rakyat dipakai buat bayar buzzer per orang Rp 150 juta. 1 post kalau dipakai buat naikin gaji guru per orang Rp 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan. Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware,” tulis Jerome Polin di kolom caption.
Sarjana Matematika dari Universitas Waseda Jepang ini juga mengimbau para influencer dan KOL untuk tidak mengorbankan hati nurani terhadap penderitaan rakyat hanya demi kepentingan sendiri.
“Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri. Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong,” tutupnya.
2. Vincent Liyanto
Vincent Liyanto, seorang kreator konten yang suka berbagi wawasan tentang dunia keuangan dan ekonomi. Pria yang membuka usaha konsultan bisnis dan kuasa hukum pajak ini memiliki 235 ribu pengikut di Instagram.
Vincent menerima tawaran untuk mengunggah video ajakan damai dengan materi yang telah disiapkan. Dia juga ditawari bayaran sebesar Rp 85 juta. Namun dengan tegas pria ini menolaknya.
"Asik2 makan dapat tawaran rejeki. Nih bayarnya pakai uang rakyat kah? Anggaran dipakainya buat ginian yak. Kita kawal bersama,” tulis Vincent Liyanto di kolom caption.
3. Pixmen Leonard
Selanjutnya ada Pixmen Leonard yang memiliki 443 ribu pengikut di Instagram. Dengan isi proposal yang sama persis dengan Jerome Polin dan Vincent Liyanto, yakni untuk mengunggah video berisi ajakan damai dari Brimob, DPR, ojol, dan masyarakat.
Perbedaannya terletak pada jumlah fee yang ditawarkan,yakni Rp 50 juta. Pixmen yang sudah mengetahui bahwa ada beberapa influencer lain yang ditawarkan hal serupa, langsung menolak. Dia langsung membalas proposal tersebut dengan kalimat yang cukup tajam. “Taik Rp 50 juta. Yang lain Rp 150 juta perasaan, mending jual air celup.”
4. Rahmat Hidayat
Dengan pengikut 1,3 juta di Instagram, Rahmat Hidayat juga mendapat tawaran jadi buzzer dengan bayaran sebesar 110 juta Rupiah. Pemilik akun @alehhh22 membagikan tangkapan layar proposal yang dia terima.
Kreator Konten asal Medan ini dijanjikan bayaran ratusan juta hanya dengan mengunggah satu video di Instagram. Dan dia harus datang ke kantor DPRD Kota Medan jika bersedia menerima tawaran tersebut.
Akan tetapi, Rahmat Hidayat menolak dan memilih mengunggah proposal tersebut ke media sosialnya. “Ngeri-ngeri kali,” kata Rahmat Hidayat di caption.
5. Dhery Casper
Kreator Konten asal Riau, Dhery Casper. Dengan pengikut sebanyak 311 ribu di Instagram, pria ini juga mendapat tawaran jadi buzzer. Melalui akun Instagramnya @dhery_casper, pria yang berprofesi sebagai Revenue Growth Specialist ini membagikan tangkapan layar obrolan Whatsapp dimana ia ditawari jadi buzzer dengan bayaran Rp 95 juta.
Bedanya, Dhery diharapkan untuk membuat 3-5 konten selama seminggu dengan isi yang bernada positif dalam membahas tentang pemerintah. Dhery sendiri langsung memblokir akun yang menawarinya proposal tersebut tanpa membalas.
Diapun membagikan hal ini ke publik dengan Caption: Mereka kira semua orang bisa disuap. Dhery juga merasa heran kenapa dirinya ditawari jadi buzzer, padahal konten yang ia buat tak pernah menyinggung soal politik.
"Ini seriusan semua kreator, influencer, artis, dkk di DM satu per satu buat nutupin?? Sampai heran loh aku kok bisa dapat DM kek gini. Aku ditawarin jadi buzzer?? Wkwk lawakan apa ini,” ucapnya. (jpg)