Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BPK Endus Dugaan Korupsi, Netizen Soroti Perbedaan Desain dan Realita RTH Hutan Kota dan Simpang Adipura Kapuas

Anisa Bahril Wahdah • Minggu, 7 September 2025 | 11:30 WIB
Desain vs Reality pembangunan RTH Kapuas.
Desain vs Reality pembangunan RTH Kapuas.

KAPUAS-Sebuah proyek pembangunan di Kabupaten Kapuas ramai menjadi perbincangan publik, khususnya di media sosial.

Mengutip @storykapuas, membagikan desain vs reality RTH Simpang Adipura dengan total anggaran sebesar Rp5.960.682.990,00.

Taman yang ada di simpang adipura kapuas ini yang di desain mirip taman yang ada di kota besar lainnya seperti penghubung untuk pejalan kaki di atas jalan lintas ,beberapa spot buat foto-foto dan area UMKM.

Namun setelah proyek ini selesai nyatanya tidak ada satupun yang mirip dengan desain, hanya ada wc umum lalu mucul lah beberapa pertanyaan dari media sosial.

“Kapan taman ini di lanjutkan?, kapan taman ini selesai?," dan banyak yang belum tau kalau proyek ini sudah selesai dan beberapa minggu lalu BPK mencium aroma dugaan korupsi pembangunan RTH Simpang Adipura Kapuas.

Sejumlah warganet mempertanyakan kualitas hasil proyek yang dinilai jauh dari ekspektasi, terutama jika dibandingkan dengan besarnya anggaran yang disebut-sebut mencapai miliaran rupiah.

Dari pantauan di kolom komentar akun Instagram @storykapuas, banyak masyarakat yang menilai proyek tersebut tidak sebanding dengan dana yang dianggarkan, bahkan ada yang menduga adanya indikasi penyalahgunaan dana.

Seorang pengguna akun @aldi_wilter menulis, “Terlalu jauh ini realitanya, ya kalau mau ambil jangan se terang benderang ini lah. Ini mah 1M juga gak sampe bikin proyek sejelek itu.”

Komentar ini mendapat dukungan warganet lain yang meminta agar aliran dana proyek tersebut diusut lebih lanjut.

Kritik serupa juga datang dari akun @rizqisavira yang mengaku heran setiap kali melewati lokasi proyek.

“Tiap jalan lewat sini aku heran ini mau dibangun apaan sih kok jelek, tandus dan gak jelas wkwkwk,” tulisnya.

Tidak hanya itu, warganet lain pun menyoroti jumlah anggaran yang dinilai tidak masuk akal dengan hasil yang ada. Akun @jiatnoee berkomentar, “Seriusan dananya sampe 5 M…. Kok modelnya cuma gitu??

Sementara akun @marr_wns menambahkan, “Niat banar korupsinya, paling habis di bawah 100 juta sisanya masuk kantong wkwkwk.”

Komentar lain menyebut proyek tersebut sebagai contoh klasik “jauh panggang daripada api” karena kualitas bangunan yang dinilai buruk.

Isu ini juga menyeret nama pejabat terkait. Salah satu akun menyinggung bahwa proyek-proyek pada era kepemimpinan PJ sebelumnya kerap bermasalah dalam pencairan termin anggaran.

“Resiko PJ kalah ya gini, semua proyek era PJ Erlin mayoritas termin awal besaran rata-rata 40 persen padahal banyak proyek belum mencapai 50 persen. Kalau menang ya aman proyek, kalau kalah ya gini,” tulis akun @ridwankahh.

Ramainya komentar publik ini menunjukkan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap transparansi dan hasil pembangunan.

Warganet berharap pihak terkait, khususnya aparat pengawas maupun penegak hukum, turun tangan untuk menelusuri apakah ada penyimpangan dalam penggunaan dana proyek tersebut. (zia/abw)

BERBAGI:PNM Banjarmasin berbagi kepada anak yatim,pemberdayaan masjid, hingga program sosial kemanusiaan.
BERBAGI:PNM Banjarmasin berbagi kepada anak yatim,pemberdayaan masjid, hingga program sosial kemanusiaan.
Editor : Anisa Bahril Wahdah
#proyek #rth #korupsi #dugaan korupsi