Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pemkab Kapuas Gandeng Kemendikdasmen: Tancap Gas Wujudkan Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar

Agus Pramono • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:01 WIB
Kunjungan Bupati Kapuas HM Wiyatno beserta tim ke Kementerian Dikdasmen. DOK PRIBADI
Kunjungan Bupati Kapuas HM Wiyatno beserta tim ke Kementerian Dikdasmen. DOK PRIBADI

KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Kapuas HM Wiyatno saat bertemu Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto, Kamis (8/1/2026) siang, di Gedung E Kementerian Dikdasmen, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi pusat dan daerah melalui program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar, yang mencakup peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan layanan PAUD, SD, dan SMP.

Didampingi Sekretaris Daerah Dr Usis I Sangkai, sejumlah kepala dinas, dan jajaran, Wiyatno menegaskan komitmen Pemkab Kapuas membangun layanan pendidikan yang berkualitas dan merata berbasis data Rapor Pendidikan, Dapodik, Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah.

“Kapuas memiliki luas 17.070 kilometer persegi atau sekitar 9,77 persen wilayah Kalimantan Tengah. Sebagai kabupaten tertua, kami memiliki 568 PAUD, 398 SD, 128 SMP, dan 16 pendidikan kesetaraan yang tersebar di 214 desa, 17 kelurahan, dan 17 kecamatan, dengan jumlah penduduk 416,3 ribu jiwa serta 59.476 peserta didik,” ujar Wiyatno.

Menurut mantan Ketua DPRD Kalimantan Tengah itu, kondisi geografis dan sebaran satuan pendidikan tersebut memerlukan intervensi kuat dari Kementerian agar percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dapat berjalan optimal. Mulai dari digitalisasi pembelajaran, pemerataan akses layanan bermutu, pemenuhan sarana prasarana, hingga peningkatan kualitas dan kuantitas guru.

Wiyatno juga menceritakan pengalamannya saat masih berprofesi sebagai kontraktor yang turut membangun sekolah dan menyediakan ribuan buku. Ia menugaskan Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Suwarno Muriyat, untuk terus mengintensifkan koordinasi dengan Kemendikdasmen.

Sementara itu, Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Gogot Suharwoto mengapresiasi langkah Pemkab Kapuas yang dinilai sejalan dengan kebijakan nasional. Ia mendorong pemanfaatan Rapor Pendidikan dan Dapodik sebagai dasar perencanaan agar program pendidikan daerah berdampak nyata.

“Tahun lalu kami merevitalisasi 21 satuan pendidikan di Kapuas dengan anggaran lebih dari Rp17 miliar. Tahun 2026 telah diusulkan 134 satuan pendidikan dan saat ini masih dalam proses verifikasi serta penetapan penerima guna pemenuhan Standar Nasional Pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP,” jelas Gogot.

Dalam forum tersebut, Gogot juga memaparkan kebijakan pemanfaatan dana BOS, Program Indonesia Pintar (PIP), peningkatan kualifikasi dan sertifikasi guru, penambahan bantuan laptop dan Interactive Flat Panel (IFP), serta Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Sesi diskusi dimanfaatkan Sekda Kapuas Usis I. Sangkai untuk mengusulkan penambahan anggaran bagi guru PPPK paruh waktu sekaligus menegaskan pentingnya penguatan sinergi pusat dan daerah. Sementara Kadisdik Suwarno Muriyat memaparkan berbagai program pendidikan yang telah dan akan dijalankan di Kabupaten Kapuas.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan konsistensi antara Kemendikdasmen dan Pemerintah Kabupaten Kapuas guna mewujudkan sumber daya manusia Kapuas yang unggul dan berdaya saing. (art)

Editor : Ayu Oktaviana
#program pendidikan #gaji guru #Bupati Kapuas Wiyanto #kapuas #Kabupaten Kapuas #akses layanan #digitalisasi pembelajaran #dana bos #bantuan laptop #Pemkab Kapuas #guru pppk #Berdaya Saing #kontraktor #Usis I Sangkai #dapodik #HM Wiyatno-Dodo