Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jalan Rusak Bertahun-tahun di Desa Sei Jangkit, Warga Pertanyakan Realisasi Dana Desa

Agus Pramono • Selasa, 13 Januari 2026 | 11:30 WIB
Kondisi jalan di Desa Sei Jangkit.WARGA
Kondisi jalan di Desa Sei Jangkit.WARGA

 

KUALA KAPUAS-Kondisi jalan rusak parah masih menjadi pemandangan sehari-hari di Desa Sei Jangkit, Kelurahan Handel Baru, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas.

Kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas masyarakat terganggu. Terutama para pelajar yang setiap hari harus melintasi jalan rusak untuk pergi dan pulang sekolah.

Tak sedikit, mereka menggunakan transportasi sungai untuk beraktivitas, baik mau ke kebun atau ke sekolah. Selain itu, warga yang beraktivitas keluar masuk desa juga mengalami kesulitan.

“Kasihan murid-murid sekolah dan warga yang beraktivitas keluar masuk lewat jalan yang rusak,” ujar seorang warga Desa Sei Jangkit yang enggan disebutkan namanya kepada kaltengpos.jawapos.com, Senin (12/1/2026).

Warga tersebut mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun, desa mereka belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan jalan. Ia juga menilai perhatian dari pemerintah daerah masih sangat minim.

“Puluhan tahun belum pernah dapat bantuan, Pak. Sama sekali tidak ada perhatian dari pemerintah daerah. Tolong dibantu,” keluhnya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan dan tidak sesuai dengan anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

“Bantuan dana desa tidak pernah transparan dan tidak sesuai anggaran,” tambahnya.

Mayoritas warga Desa Sei Jangkit bekerja sebagai petani dan pekebun karet. Jalan yang rusak menjadi kendala utama dalam mengangkut hasil panen karena hanya ada satu akses jalan untuk keluar desa, sementara jalur alternatif tidak bisa dilewati akibat kerusakan yang lebih parah.

“Untuk membawa hasil panen susah sekali, Pak. Jalan satu-satunya rusak parah, yang satunya lagi tidak bisa dilewati sama sekali,” jelasnya.

Menurut warga, panjang jalan mencapai 4 kilometer. Namun, sekitar dua kilometer jalan dinilai sangat mendesak untuk segera diperbaiki demi menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.

“Kami di kampung ini mayoritas petani dan penyadap karet. Jalan itu sangat kami butuhkan,” pungkasnya.(ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#penyadap karet #Kabupaten Kapuas #Aktivitas Ekonomi #transportasi sungai #pengelolaan dana desa #pembangunan infrastruktur #perbaikan jalan #jalur alternatif #jalan rusak #Desa Sei Jangkit #hasil panen