KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Nyeri pada area pinggul sering kali dianggap sebagai akibat kelelahan atau aktivitas berat. Namun, dalam beberapa kasus, keluhan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah sciatica atau saraf terjepit. Kondisi ini menyebabkan nyeri yang berasal dari punggung bawah dan menjalar ke bokong hingga kaki.
Selain itu, spinal stenosis atau penyempitan saluran saraf tulang belakang juga dapat memicu nyeri pinggul. Gejalanya biasanya disertai kram dan rasa kebas yang memburuk saat berjalan.
Tak hanya masalah tulang belakang, gangguan ginjal seperti infeksi maupun batu ginjal juga dapat menimbulkan nyeri di area pinggul dan pinggang.
Pada wanita, nyeri pinggul juga dapat berkaitan dengan masalah reproduksi seperti kista ovarium dan endometriosis.
Dokter menyarankan masyarakat segera memeriksakan diri apabila nyeri berlangsung lama, semakin parah, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri antara lain beristirahat, menghindari aktivitas berat, minum air putih yang cukup, menggunakan kompres es, serta melakukan pemanasan ringan sebelum beraktivitas.
Namun, nekansir https://poltekkespenajam.org, jika nyeri disertai kesulitan mengontrol buang air kecil atau buang air besar, kondisi tersebut perlu segera mendapat penanganan medis karena dapat menjadi tanda gangguan pada sistem saraf.
Menurut dr. Sunaryo, tidak semua kasus nyeri sendi harus berakhir dengan operasi. Banyak pasien dapat ditangani melalui terapi konservatif seperti fisioterapi, latihan penguatan otot, pengendalian berat badan, dan penggunaan obat antiinflamasi sesuai anjuran dokter.(*)
Editor : Agus Pramono