KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Bekerja saat malam hari memang menjadi tuntutan bagi banyak profesi, mulai dari tenaga kesehatan, petugas keamanan hingga pekerja pabrik.
Namun di balik tuntutan pekerjaan itu, ada risiko kesehatan yang diam-diam mengintai tubuh para pekerja shift malam.
Cari info terkait kesehatan, kunjungi laman https://poltekkeskalimantanutara.org
Dokter dan influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta mengingatkan bahwa pekerja shift malam sejatinya telah mengorbankan sebagian ritme alami tubuh demi pekerjaan.
Karena itu, menjaga pola istirahat dan kebutuhan tubuh menjadi hal yang wajib dilakukan.
“Pekerja shift malam ini udah mengorbankan resiko sebagian hidupnya untuk cari cuan,” ujarnya mengutip di salah satu podcast, Senin (25/5/2026).
Dalam keterangannya, dr. Tirta membagikan sejumlah tips penting agar tubuh tetap sehat meski harus aktif saat sebagian besar orang tertidur.
1. Manfaatkan waktu tidur siang dengan maksimal
Menurut dr. Tirta, pekerja shift malam harus benar-benar memanfaatkan waktu turun jaga atau tidur siang untuk memulihkan kondisi tubuh.
Ia mengingatkan agar pekerja tidak memaksakan diri tetap beraktivitas setelah bekerja semalaman.
“Jadi jangan kalian habis turun jaga, kalian malah nekat nggak rehat. Itu dangerous banget,” katanya.
Ia juga menyarankan agar pekerja tidur di ruangan yang benar-benar gelap supaya kualitas istirahat lebih optimal dan tubuh bisa lebih cepat pulih.
2. Mandi setelah shift malam bukan masalah besar
Masih banyak anggapan bahwa mandi setelah bekerja malam dapat membahayakan kesehatan.
Namun menurut dr Tirta, hal tersebut tidak perlu terlalu diperdebatkan karena tidak memberi pengaruh besar terhadap kondisi tubuh.
“Mau mandi atau tidak setelah shift malam, itu bebas dan tidak akan berpengaruh apapun ke tubuh kalian,” jelasnya.
Menurutnya, yang lebih penting justru memastikan tubuh mendapatkan istirahat cukup dibanding sibuk memikirkan mitos-mitos tertentu setelah bekerja malam.
3. Perbanyak air mineral, jangan terlalu bergantung pada kopi
Pekerja shift malam untuk lebih memperhatikan kebutuhan cairan tubuh dibanding sekadar makan berat saat berjaga malam.
“Yang paling penting itu bukan makan beratnya, tapi memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang proper,” ujarnya.
Ia menyarankan pekerja malam mengurangi konsumsi kafein berlebihan karena sering membuat tubuh semakin mudah lelah dan mengganggu kualitas tidur setelah bekerja.
“Kalau kalian jaga malam, sebaiknya hindari intake kafein. Tapi yang harus digas adalah malah air mineral,” katanya.
Fenomena pekerja shift malam kini memang menjadi perhatian para ahli kesehatan. Pola tidur yang berubah, kelelahan berkepanjangan hingga konsumsi kopi berlebihan disebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan penyakit jantung jika terjadi terus-menerus dalam jangka panjang. (*)
Editor : Agus Pramono