KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Pernah merasa lebih lega setelah menangis? Ternyata kondisi tersebut bukan sekadar perasaan semata.
Secara ilmiah, tubuh memang mengalami perubahan yang membuat seseorang lebih rileks setelah mengeluarkan air mata.
Para ahli menjelaskan bahwa ketika seseorang menangis akibat tekanan emosional, otak akan melepaskan sejumlah zat kimia alami, termasuk oksitosin dan endorfin.
Endorfin dikenal sebagai pereda nyeri alami yang membantu mengurangi rasa sakit, baik fisik maupun emosional. Sementara oksitosin sering disebut sebagai hormon kasih sayang yang menciptakan rasa aman dan nyaman.
Kombinasi kedua zat tersebut membantu tubuh beralih dari kondisi tegang menuju fase pemulihan.
Akibatnya, sistem saraf menjadi lebih rileks, detak jantung perlahan stabil, dan emosi menjadi lebih terkendali.
Sebaliknya, kebiasaan menahan tangisan justru dapat membuat tubuh terus berada dalam kondisi tertekan.
Jika emosi terus dipendam, melansir https://poltekkeskotatanahgrogot.org risiko munculnya stres berkepanjangan, gangguan kecemasan, hingga depresi dapat meningkat.
Karena itu, para ahli menyarankan agar seseorang tidak selalu menekan emosinya. Menangis sesekali justru dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental jangka panjang.(*)
Editor : Agus Pramono