KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Tidur ternyata bukan sekadar menghilangkan rasa lelah setelah beraktivitas seharian. Penelitian terbaru mengungkap durasi tidur juga berkaitan erat dengan proses penuaan biologis tubuh manusia.
Dokter dan edukator kesehatan dr Adam Prabata menyebut penelitian terbaru dalam jurnal Nature menemukan durasi tidur ideal untuk membantu memperlambat penuaan biologis berada pada kisaran 6,4 hingga 7,8 jam per malam. Cari info soal kesehatan dan poltekkes, kunjungi laman https://poltekkeskotasendawar.org.
“Penelitian terbaru menunjukkan ternyata sweet spot durasi tidur untuk memperlambat penuaan biologis adalah 6,4–7,8 jam,” ujarnya mengutip tulisannya di X, Selasa (26/5/2026).
Penelitian tersebut dilakukan oleh MULTI Consortium dan dipublikasikan pada 13 Mei 2026. Studi itu memetakan hubungan antara durasi tidur dengan 23 jam biologis tubuh menggunakan MRI, proteomik plasma dan metabolomik terhadap lebih dari 500 ribu orang.
Menurut dr Adam, setiap organ tubuh ternyata memiliki kebutuhan tidur optimal yang berbeda. Salah satu temuan menarik adalah jaringan lemak dan pankreas berada pada kondisi terbaik saat seseorang tidur sekitar enam jam.
Namun otak membutuhkan waktu istirahat lebih panjang dibanding organ lain.
“Nah kalau otak butuh waktu tidur lebih lama, yaitu antara 6,4 hingga 7,8 jam,” jelasnya.
Temuan ini memperlihatkan kualitas dan durasi tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk memperlambat proses penuaan biologis yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. (*)
Editor : Agus Pramono