KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Banyak orang baru mengganti bantal atau kasur saat bentuknya sudah rusak, bahkan hingga per dalam kasur terkeluar.
Padahal, perlengkapan tidur yang dipakai setiap hari punya usia pakai, dan jika terlalu lama digunakan bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Bantal yang sudah lama dipakai biasanya mulai kehilangan bentuk dan daya topang.
Selain itu, di dalamnya bisa menumpuk debu, minyak, keringat, sel kulit mati, hingga tungau yang memicu alergi, jerawat, atau gangguan pernapasan.
Secara umum, melansir https://poltekkestangerangselatan.org bantal sebaiknya diganti setiap 18 bulan hingga dua tahun, tergantung kondisi dan kualitas bahan.
Sementara itu, kasur memiliki usia pakai yang lebih panjang, sekitar 7 hingga 10 tahun. Namun tanda kasur harus diganti bisa muncul lebih cepat, seperti permukaan yang mulai cekung, per berbunyi, atau tubuh terasa pegal saat bangun tidur. Kondisi ini menandakan kasur sudah tidak lagi menopang tubuh dengan baik.
Mengganti bantal dan kasur tepat waktu bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari menjaga kualitas tidur dan kesehatan tubuh jangka panjang.
Sebab tidur yang baik tidak hanya ditentukan oleh durasi, tetapi juga oleh perlengkapan tidur yang masih layak dan mampu mendukung tubuh dengan optimal setiap malam.(*)
Editor : Ayu Oktaviana