KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Banyak orang menganggap posisi tidur hanya berpengaruh pada kenyamanan tubuh. Tapi belakangan, muncul kekhawatiran bahwa tidur dalam satu posisi yang sama setiap malam, terutama tidur miring, bisa memengaruhi bentuk wajah. Terasa berlebihan, tapi ternyata ada penjelasan medis di balik anggapan ini.
Saat seseorang tidur dalam posisi yang sama secara berulang, salah satu sisi wajah akan menerima tekanan lebih besar. Dalam jangka panjang, tekanan dan gesekan ini bisa menimbulkan kerutan pada kulit, terutama jika elastisitas kulit mulai berkurang seiring bertambahnya usia.
Inilah yang sering dikaitkan dengan munculnya sleep wrinkles atau garis tidur yang lama-kelamaan bisa menetap. Selain itu, kekhawatiran wajah tidak simteris akibat tidur hanya dengan satu posisi.
Namun, soal wajah menjadi tidak simetris, para ahli kecantikan menilai efeknya tidak terlalu ekstrem. Posisi tidur memang bisa memberi tekanan pada jaringan wajah, tetapi tidak sampai mengubah bentuk wajah secara drastis dalam waktu singkat.
Faktor seperti genetik, penuaan, kebiasaan ekspresi wajah, dan kondisi kulit tetap jauh lebih berpengaruh terhadap simetris wajah seseorang.
Meski begitu, tidak ada salahnya mulai memperhatikan posisi tidur dan kebiasaan saat beristirahat. Mengganti posisi secara berkala, menggunakan bantal yang seseuai, atau memilih sarung bantal dengan bahan lebih halus bisa membantu mengurangi tekanan berlebih pada wajah selama tidur.
Editor : Ayu Oktaviana