Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ribuan Pelayat Mengiringi Pemakaman Pangeran Muasjidinsyah

Ayu Oktaviana • Selasa, 19 Agustus 2025 | 15:29 WIB
Warga turut mengantar jenazah Pangeran Muasjidinsyah
Warga turut mengantar jenazah Pangeran Muasjidinsyah

PANGKALAN BUN-Suasana duka menyelimuti Pangkalan Bun, Selasa (19/8/2025). Sejak pagi, ribuan warga tumpah ruah memenuhi jalanan menuju komplek makam Kesultanan di Jalan Pangeran Diponegoro.

Mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pangeran Muasjidinsyah bin YM SP Pangeran Ratu Alamsyah Sultan Kotawaringin XIV, tokoh yang dikenal luas dengan sikap ramah dan rendah hati.

Arus manusia tampak bergerak dari berbagai penjuru kota. Dari pejabat daerah, aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, hingga pegawai swasta, semua berbaur tanpa sekat.

Mereka rela berdesakan demi menyaksikan langsung prosesi pemakaman sang pangeran yang meninggalkan jejak kenangan bagi banyak orang.

Rangkaian prosesi diawali dari Istana Kuning, tempat jenazah disemayamkan. Dari sana, iring-iringan mengantarkan almarhum menuju komplek pemakaman.

Sepanjang perjalanan, kalimat tauhid terus berkumandang, menambah syahdu suasana duka.

Kehormatan juga diberikan aparat keamanan. Sejumlah anggota Lanud Iskandar, Kodim 1014/Pbn, dan Polres Kotawaringin Barat tampak mengangkat jenazah bersama-sama, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dikutip dari Antara, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Suyanto, serta jajaran Forkopimda nampak turut hadir dalam prosesi pemakaman. Mereka ikut berbaur bersama ribuan pelayat.

“Beliau merupakan sosok tokoh masyarakat Kotawaringin Barat yang punya dedikasi, harapan, dan mimpi besar dalam mengawal kemajuan pemerintahan Kabupaten Kobar,” kata Bupati Nurhidayah.

Ia menambahkan, semasa hidupnya almarhum banyak memberikan wejangan dan nasihat untuk membangun daerah dengan rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

“Tentunya dengan berpulangnya beliau, kita merasa kehilangan sosok tokoh masyarakat kita,” ucapnya.

Pangeran Muasjidinsyah wafat di usia 77 tahun di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada Senin (18/8) pukul 13.50 WIB. Ia merupakan Menteri Luar Kesultanan Kutaringin, sekaligus tokoh besar adat dan penjaga warisan budaya kesultanan. Sosoknya dikenal sebagai pemersatu yang mampu menjembatani adat, kesultanan, dan pemerintahan modern.

Jenazah kemudian dimakamkan di area Gubah Kecil, salah satu lokasi khusus untuk keluarga besar Kesultanan Kutaringin. Momen haru semakin terasa ketika saudara kembar almarhum, Pangeran Arsyadinsyah, turut mendampingi kepergian saudaranya hingga ke liang lahat.

Doa-doa dipanjatkan sepanjang prosesi.
Sementara itu, putra almarhum, Gusti Moch. Awaludin M, mengungkapkan bahwa kepergian ayahandanya setelah sempat dirawat di rumah sakit.

“Kurang lebih selama 18 hari beliau dirawat di rumah sakit. Ini merupakan kali keempat serta yang terakhir beliau dirawat dan mengembuskan napas terakhirnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang telah mengantar serta mendoakan sang pangeran hingga ke peristirahatan terakhir.(mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#kesultanan kutaringin #Tokoh Masyarakat Agam #pangkalan bun #Sultan Kotawaringin #Istana Kuning #pangeran #pangeran muasjidinsyah #kesultanan