Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dua Pelajar Kotim Tembus Ajang Penelitian Internasional di Malaysia

Ayu Oktaviana • Kamis, 18 September 2025 | 08:32 WIB
Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor didampingi Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah saat melepas pelajar SMPN1 Sampit dalam ajang penelitian tingkat internasional yang digelar di Cyberjaya, Malaysia
Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor didampingi Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah saat melepas pelajar SMPN1 Sampit dalam ajang penelitian tingkat internasional yang digelar di Cyberjaya, Malaysia

SAMPIT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua siswi, Elena Giselle Lantan dan Ilonka Rezky Hyzkia, berhasil lolos untuk mewakili Indonesia dalam ajang penelitian tingkat internasional yang digelar di Cyberjaya, Malaysia.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, menyebut keberangkatan kedua pelajar tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga bukti nyata bahwa pelajar Kotim mampu bersaing di level global.

“Ini kebanggaan bagi kita semua. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dan daerah, tapi juga nama Indonesia. Kami akan memberikan dukungan penuh agar bisa tampil maksimal di ajang bergengsi ini,” ujar Irfansyah, Selasa (16/9/2025).

Meski begitu, Irfansyah mengakui masih banyak keterbatasan yang dihadapi siswa di daerah, terutama fasilitas penelitian. Minimnya laboratorium dan sulitnya memperoleh bahan penelitian kerap menjadi tantangan besar jika dibandingkan dengan pelajar di kota-kota besar.

“Kalau di kota besar mereka punya laboratorium lengkap dan pendamping ahli. Sementara di sini, mencari bahan kimia sederhana saja sulit. Itu yang sering jadi kendala,” jelasnya.

Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat pelajar Kotim. Sebelumnya, siswa SMA Negeri 2 Sampit juga sukses menembus ajang internasional di India dengan penelitian inovatif terkait pewarna makanan dari tanaman lokal.

“Itu bukti bahwa kreativitas bisa menembus batas. Keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Kami berharap semakin banyak peneliti belia lahir dari Kotim,” tambahnya.

Irfansyah menekankan, peran guru pembimbing dan dukungan sekolah sangat penting dalam mengarahkan siswa agar mampu melahirkan karya inovatif.

“Tanpa bimbingan guru, anak-anak akan kesulitan mengembangkan bakatnya. Kolaborasi antara siswa, sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar sangat menentukan keberhasilan mereka,” ucapnya.

Ke depan, Disdik Kotim berkomitmen membuka ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan ide penelitian. Tujuannya, melahirkan lebih banyak peneliti muda yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.(bah)

Editor : Ayu Oktaviana
#penelitian #internasional #kotim #tanaman lokal #Karya Inovatif #prestasi #generasi muda