SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan pentingnya keberadaan Sekolah Rakyat sebagai wadah mencetak generasi muda yang berdaya saing. Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menyebut program ini memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi emas di masa depan.
“Kami sangat berbangga dan berterima kasih karena kehadiran Sekolah Rakyat ini membuka ruang bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk mendapat pendidikan setara dengan sekolah formal lainnya,” kata Irfansyah, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem dan pola pembelajaran berbeda dari sekolah umum. Kurikulumnya menggunakan sistem Satuan Kredit Semester (SKS) sehingga perkembangan siswa tidak diukur melalui kenaikan kelas tiap tahun, melainkan berdasarkan capaian akademik.
“Kalau sekolah formal punya kalender Juli sampai Juni, di sini fleksibel sesuai pelaksanaannya. Jadi yang digunakan sistem SKS, bukan naik kelas biasa,” jelasnya.
Irfansyah menambahkan, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Anak-anak dibiasakan untuk disiplin, jujur, rajin, menghargai guru, dan peduli lingkungan.
“Ini menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi generasi kebanggaan Kotim,” ujarnya.
Disdik Kotim, lanjut Irfansyah, memberikan apresiasi kepada Kementerian Sosial yang telah mendukung keberlangsungan program tersebut. Dukungan itu dinilainya sebagai bukti bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.
“Sekolah Rakyat adalah salah satu wujud keberpihakan kepada anak-anak yang selama ini belum mendapat kesempatan. Dari sini kita berharap lahir generasi emas yang tangguh,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Irfansyah optimistis Kotim mampu menyiapkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter mulia.
“Kami ingin generasi kita kelak bisa bersaing di tingkat lebih tinggi, sekaligus membawa kebanggaan bagi Kotim,” tutupnya.(bah)