SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit mengingatkan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mewaspadai potensi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan. Angin kencang yang terjadi pada Kamis (6/11/2025) siang diperkirakan masih dapat terulang karena adanya pengaruh fenomena global yang aktif.
Prakirawan BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, Rizaldo Raditya P, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih labil sehingga memicu peningkatan curah hujan dan kecepatan angin di wilayah Kotim.
“Masih terdapat potensi cuaca buruk hingga tiga hari ke depan karena masih ada fenomena global yang aktif dan memengaruhi curah hujan di Kotim,” ujarnya.
Ia mengatakan, kejadian angin kencang yang melanda Kamis siang berdampak pada sebagian besar wilayah Kotim bagian selatan. Pergerakan awan hujan juga terpantau dari arah barat daya menuju timur laut, sehingga hujan turun cukup merata di sebagian besar wilayah Kotim.
“Terdapat potensi curah hujan meningkat akibat fenomena global yang aktif, seperti badai guntur, hujan sedang hingga lebat, dan angin kencang,” terangnya.
Ia menambahkan, wilayah Kotim saat ini sudah memasuki musim hujan. Dengan adanya fenomena global tersebut, peluang terjadinya cuaca ekstrem semakin meningkat.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan dan mengambil langkah antisipatif, seperti memangkas pohon lapuk serta membersihkan saluran air,” katanya.
Berdasarkan data dari alat pemantau BMKG, kecepatan angin yang tercatat pada Kamis siang mencapai 28 knots atau sekitar 58 kilometer per jam. Rizaldo mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan peringatan dini cuaca dan terus memantau informasi resmi dari BMKG. (mif)