SAMPIT-Setelah lebih dari tujuh tahun memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotawaringin Timur, Agus Tripurna Tangkasiang kini resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kotim. Hal menjadi awal babak baru perjalanan birokrasi bagi pejabat yang dikenal dekat dengan stafnya tersebut.
Agus tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Pemkab Kotim serta pihak-pihak yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya di Disdukcapil.
Ia menyebut pengalaman panjang di instansi sebelumnya menjadi bekal penting untuk menjalankan amanah baru di sektor literasi dan pengelolaan arsip.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini mempercayakan saya selama tujuh tahun lebih memimpin Disdukcapil. Banyak kenangan bersama teman-teman, banyak hal yang kami selesaikan bersama,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ia menegaskan bahwa peralihan jabatan bukan hal yang membuatnya berhenti belajar. Menurutnya, seluruh proses kerja di perangkat daerah, termasuk Disperpusip, membutuhkan pemahaman regulasi dan pemberdayaan seluruh bidang, bukan sekadar kepemimpinan formal.
“Sama seperti di Dukcapil, saya akan belajar, memahami aturan-aturan, dan memberdayakan bidang-bidang karena pekerjaan tidak akan berjalan baik tanpa pemberdayaan di dalamnya,” katanya.
Ketika ditanya mengenai potensi hambatan dalam jabatan barunya, Agus menyampaikan bahwa ia akan mengikuti alur kerja sambil terus membangun komunikasi dengan seluruh staf. Baginya, memahami organisasi adalah bagian penting dari tahapan awal memimpin.
“Insya Allah akan kita laksanakan sesuai tugasnya. Saya akan belajar, saya akan memahami. Kalau memang saya belum paham, saya tidak malu bertanya kepada staf, sama seperti cara kerja saya di Disdukcapil,” bebernya.
Salah satu tantangan yang menanti adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat. Agus menilai persoalan ini tidak bisa diatasi hanya dari balik meja, melainkan perlu strategi yang menyentuh langsung masyarakat. Ia membuka peluang untuk memperluas akses baca.
“Kita lihat visi-misinya dulu, di mana kelemahannya. Kalau memang perlu sosialisasi atau kegiatan mobile dengan membawa buku ke desa-desa, kenapa tidak. Tentu saja harus disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa semua langkah pengembangan layanan perpustakaan dan kearsipan akan dilakukan dengan koordinasi lintas bidang internal. Menurutnya, seluruh staf memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat serta tata kelola arsip daerah.
“Yang pasti saya akan berkoordinasi, bekerja sama dengan semua bidang dan staf di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” tutupnya. (mif/ram)