Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jalan Penghubung Desa Kuala Kuayan, Bawan, Tanjung Jariangau di Mentaya Hulu Rusak Berat dan Berlumpur

Agus Pramono • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:13 WIB
Kondisi jalan rusak Mentaya Hulu.SCREENSHOOT
Kondisi jalan rusak Mentaya Hulu.SCREENSHOOT

SAMPIT – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berdampak pada kondisi ruas jalan di sejumlah desa di Kecamatan Mentaya Hulu.

Jalan penghubung antara Desa Tanjung Jariangau, Bawan, Kuala Kuayan hingga menuju jalan poros Kecamatan Parenggean rusak berat dan berubah menjadi lumpur bak bubur, sehingga menyulitkan pengguna jalan.

Kondisi tersebut pun dikeluhkan warga. Salah seorang warga melalui unggahan di media sosial Facebook mengungkapkan bahwa jalan tersebut nyaris tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa keterampilan khusus.

“Dari ujung kampung Tanjung sampai ujung kampung Kuala Kuayan, bubur lumpur semua jalannya, luar biasa dak dik duk membawa motor,” tulis Wahidah dalam unggahannya.

Tanggapan Camat Mentaya Hulu

Menanggapi kondisi itu, Camat Mentaya Hulu Edison menjelaskan bahwa ruas jalan yang terdampak tersebut merupakan jalan negara yang menjadi akses utama masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait, kata dia, terus melakukan upaya perbaikan.

“Jalan yang berlumpur itu penghubung utama dari Kuala Kuayan, Bawan, Tanjung Jariangau ke jalan poros Parenggean. Kondisinya bukan lumpur lagi, tapi sudah seperti tempuyak. Tapi, progres perbaikannya tetap kita lakukan,” ujarnya saat dihubungi Kalteng Pos melalui sambungan telepon, Jumat (9/1/2026).

Ia menyebutkan, perbaikan sempat dilakukan dengan penimbunan dan perataan oleh pihak perusahaan PT TASK. Namun, curah hujan yang tinggi serta aktivitas truk berat dengan muatan berlebih membuat kondisi jalan kembali rusak.

“Sudah ditimbun dan diratakan kemarin. Tapi karena cuaca ekstrem dan ada truk sawit yang muatannya sampai 12 ton, badan jalan tidak mampu menahan beban, akhirnya rusak lagi,” jelasnya.

Untuk penanganan lanjutan, Edison mengatakan pihaknya akan menurunkan alat berat jenis telehandler (telbi) dari PT AKPL dan PT KMA guna meratakan jalan dan membersihkan lumpur.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kotim juga akan menurunkan tim ahli dari dinas terkait yaitu dari PUPR di Kotim

“Besok dinas terkait akan menurunkan tim ahli untuk menganalisis strategi penanganan yang tepat, karena kondisi hujan ini diperkirakan masih tinggi sampai Maret,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan jalan tersebut akan dilakukan secara kolaboratif dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah itu. Edison juga memastikan bahwa komitmen perbaikan sudah ada dan jalan tidak akan dibiarkan rusak berkepanjangan.

“Itu jalan utama, saya sendiri juga lewat situ. Jadi tidak mungkin kita biarkan. Progresnya jalan terus,” tegasnya.

Meski demikian, Edison meminta pengertian masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar bersabar selama proses perbaikan berlangsung.

Ia juga mengimbau agar kendaraan berat sementara waktu membatasi aktivitas melintas dan menggunakan jalan alternatif saat jalan sedang diperbaiki.

Ia juga menyarankan kepada anak-anak sekolah agar menggunakan perahu bermotor terlebuh dahulu untuk berangkat ke sekolah selama jalan diperbaiki. Sehingga perbaikan bisa dilakukan maksimal

“Kalau bisa anak-anak sekolah sementara pakai ces dulu. Karena saat diperbaiki, truk-truk lewat lagi, rusak lagi. Sebenaranya kalau cuaca bagus, satu minggu sudah beres,” imbuhnya.(mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#cuaca ekstrem #Akses Utama #mentaya hulu banjir #penimbunan #hujan #hujan deras #kuala kuayan #parenggean #jalan rusak #jalan alternatif #jalan berlumpur #lumpur #alat berat #Mentaya Hulu #kotawaringin timur #camat