SAMPIT – Memasuki musim kemarau, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), perusahaan besar swasta sektor kelapa sawit PT Unggul Lestari menggelar rangkaian kegiatan sosialisasi, apel siaga, serta pelatihan penanggulangan Karhutla di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tepatnya di Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen nyata PT Unggul Lestari yang merupakan anak perusahaan Musim Mas Group, dalam memperkuat kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah guna menekan risiko karhutla, khususnya di kawasan rawan gambut.
Apel siaga dan simulasi penanggulangan karhutla dilakukan untuk memastikan kesiapan tim pemadam kebakaran perusahaan (Damkar), Tim Balakar desa, serta seluruh unsur pendukung di lapangan.
Selain itu, perusahaan juga mengintensifkan sosialisasi bahaya karhutla dan edukasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) kepada masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam dan perwakilan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, yang bertindak sebagai narasumber. Turut hadir unsur Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Polsek Antang Kalang, Danramil Kuala Kuayan, camat, damang, serta para kepala desa dan ketua BPD se-wilayah sekitar perusahaan.
General Manager PT Unggul Lestari, Poniman, menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus dimulai dari kesiapsiagaan dan keterlibatan langsung masyarakat desa.
“Kami percaya karhutla tidak bisa dicegah hanya dengan satu pihak. Karena itu, perusahaan berkomitmen terus mendampingi desa melalui edukasi, pelatihan, hingga program insentif Desa Bebas Api," kata Poniman Sabtu (7/2/2026)
Ia juga mengatakan, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen menjaga wilayah bebas api, PT Unggul Lestari memberikan reward senilai Rp 25 juta dalam bentuk barang kepada empat desa, yaitu Desa Tumbang Sepayang menerima satu unit sepeda motor, Desa Sungai Hanya memperoleh bangunan parkir dan proyektor, Desa Tumbang Manya mendapat pembelian lahan di kawasan wisata Riam, serta Desa Batu Agung menerima bantuan perangkat elektronik berupa laptop, komputer, dan printer.
"Reward ini bukan tujuan akhir, tapi pemicu semangat agar desa tetap konsisten dalam menjaga lingkungannya dari karhutla,” ujar Poniman.
Kepala Desa Sungai Hanya, Aloki Anjaskan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan perusahaan.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan desa sekaligus memperkuat komitmen warga dalam menjaga wilayahnya dari kebakaran.
“Kami merasa diperhatikan dan dilibatkan langsung. Dengan adanya program ini, kesadaran masyarakat meningkat dan desa kami semakin solid menjaga wilayah agar tetap bebas api,” ungkap Aloki.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PT Unggul Lestari yang dinilainya selaras dengan strategi pemerintah daerah dalam pencegahan karhutla.
“Penanggulangan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, apalagi dengan luas wilayah dan sebaran gambut yang cukup besar di Kotim. Dukungan dunia usaha seperti ini sangat penting dan strategis,” kata Multazam.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan perusahaan bersama Tim Balakar desa sangat membantu dalam upaya deteksi dini dan respons cepat jika terjadi kebakaran.
“Inti penanggulangan karhutla adalah pencegahan dan kecepatan penanganan. Semakin siap semua pihak, semakin kecil peluang kebakaran meluas. Kami berharap langkah PT Unggul Lestari ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya,” tegasnya.(hms/bah/b)
Editor : Ayu Oktaviana