Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Camat Baamang Pasang Target Strategis, Benahi Pasar Keramat, Drainase Hingga Tata Kelola

Agus Pramono • Senin, 9 Februari 2026 | 17:00 WIB
Camat Baamang, Sufiansyah (kanan) saat sertijab.MIFTAHKALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Camat Baamang, Sufiansyah (kanan) saat sertijab.MIFTAHKALTENGPOS.JAWAPOS.COM

 

SAMPIT – Perombakan jabatan yang dilakukan oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) beberapa waktu lalu tak hanya menyadar pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penyegaran itu juga menyasar tingkat kecamatan. Harapannya, pelayanan terhadap publik dapat meningkat.

Salah satunya di Kecamatan Baamang. Penyegaran di lingkup itu akan berfokus pada peningkatan pelayanan publik, penataan kawasan strategis, serta penguatan tata kelola desa dan kelurahan. Hal ini disampaikan Camat Baamang, Sufiansyah, usai melangsungkan sertijab terhadap 6 orang stafnya, Senin (9/2/2026).

Menurut Sufiansyah, perubahan struktur aparatur bukan sekadar soal formasi personel, tetapi harus berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat dan efektivitas pengelolaan wilayah.

“Yang paling penting bukan siapa orangnya, tapi bagaimana pelayanan ke masyarakat berjalan maksimal dan wilayah tertata dengan baik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa lurah dan perangkat kelurahan di Baamang harus menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama, khususnya di wilayah dengan aktivitas sosial dan ekonomi yang tinggi.

“Saya tekankan kepada lurah, terutama di Baamang Tengah dan Baamang Hilir, agar benar-benar fokus pada pelayanan masyarakat. Itu yang utama,” katanya.

Selain pelayanan, penataan kawasan Pasar Keramat juga menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Menurutnya, kawasan pasar memerlukan penanganan terpadu agar tertib, aman, dan tidak menimbulkan persoalan sosial.

“Penataan Pasar Keramat harus dilakukan dengan koordinasi lintas sektor. Tidak bisa sendiri, harus melibatkan Satpol PP dan stakeholder terkait lainnya,” katanya.

Persoalan lingkungan juga masuk dalam agenda prioritas, khususnya pascagenangan air yang sempat terjadi di kawasan Pasar Al-Kamar dan Jalan Cristopel Mihing. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembenahan sistem drainase dan peran aktif masyarakat.

“Beberapa hari lalu ada genangan di Pasar Al-Kamar dan Jalan Cristopel Mihing. Ini jadi pengingat bahwa drainase kita harus dibenahi bersama,” bebernya.

Sufiansyah mendorong keterlibatan RT dan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui gotong royong, terutama membersihkan saluran air yang menjadi penyebab utama genangan.

“Harus mengakomodir peran RT dan masyarakat. Gotong royong membersihkan drainase itu kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Dalam aspek tata kelola desa, Sufiansyah juga menegaskan pentingnya mekanisme pemerintahan yang sesuai regulasi, termasuk dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pemerintah desa.

“Semua proses harus melalui mekanisme yang sah, musyawarah, dan sesuai aturan. Supaya pemerintahan desa berjalan tertib dan legitim,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, Kecamatan Baamang diarahkan menjadi wilayah yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan warga.

“Pelayanan harus cepat, wilayah harus tertata, dan lingkungan harus terjaga. Itu tujuan utama kita,” tukasnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#aktivitas sosial #pelayanan publik #baamang #saluran air #Badan Permusyawaratan Desa (BPD) #pasar keramat #Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) #Tata Kelola Desa #Kecamatan Baamang