SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam satu hari, Rabu (25/3/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dua titik kebakaran di lokasi berbeda dengan total luasan yang cukup signifikan.
Titik pertama terjadi di kawasan Jalan Ir. Soekarno lingkar utara, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 14.27 WIB dan langsung ditangani oleh tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kotim.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari anggota di lapangan.
“Tim TRC BPBD mendapatkan laporan, kemudian langsung melakukan persiapan dan berangkat ke lokasi untuk penanganan,” ujarnya.
Tim mulai melakukan operasi pemadaman sekitar pukul 14.53 WIB dan berhasil mengendalikan api pada pukul 15.43 WIB. Proses penanganan berlangsung kurang lebih 50 menit.
“Setiba di lokasi, tim melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap lahan terbakar, dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih 1,08 hektare,” jelasnya.
Sebanyak tujuh personel dikerahkan dalam penanganan tersebut. Lahan yang terbakar diketahui merupakan semak belukar dengan jenis tanah gambut yang mudah terbakar.
Selain itu, titik kebakaran kedua terjadi di Desa Bengkuang Makmur dengan perkiraan luas mencapai sekitar 5 hektare pada Rabu petang. Lokasi ini berada sekitar 4 kilometer dari Jalan H.M. Arsyad melalui akses Jalan Desa Eka Bahurui.
“Di Desa Bengkuang Makmur dengan perkiraan luasan sekitar lima hektare,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi lahan di Kotim, khususnya yang didominasi tanah gambut, sangat rentan terhadap kebakaran, terlebih saat cuaca mulai kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena sangat berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas,” imbuhnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana