Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Wakapolda Imbau Perusahaan di Kotim Membuktikan Jika Ikut Berkolaborasi Tangani Karhutla

Miftahul Ilma • Senin, 27 April 2026 | 13:00 WIB
Perusahaan di Kotim diimbau ikut tangani karhutla. Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Perusahaan di Kotim diimbau ikut tangani karhutla. Miftah/kaltengpos.jawapos.com

 

SAMPIT – Keterlibatan perusahaan mulai intensif dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini ditegaskan Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, usai menerima kunjungan kerja Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Drs Yosi Muhamartha, Senin (27/4/2026). 

Menurutnya, keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim rawan kebakaran, mengingat luasnya wilayah Kotim. 

Baca Juga: Kunjungan Polres Kotim, Wakapolda Kalteng Tekankan Kesiapan Personel Hadapi Karhutla

“Kami tidak bekerja sendiri. Saat ini kami mengaktifkan kembali jajaran perusahaan yang memiliki kewajiban untuk siaga terhadap penanganan karhutla,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk BPBD Kotim, guna memastikan respons cepat saat terjadi kebakaran.

“Kita juga berkolaborasi dengan BPBD dan pemerintah setempat. Semua pihak kita gandeng agar penanganan bisa lebih cepat dan efektif,” katanya.

Selain perusahaan, Polres Kotim juga berupaya melibatkan masyarakat yang memiliki sarana pendukung, seperti tangki air, untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Baca Juga: Hadapi Kemarau Panjang Tahun 2026, Polres Kotim Pantau Ancaman Karhutla Lewat Udara

“Nanti masyarakat yang memiliki fasilitas seperti tangki air akan kita data dan kita libatkan bersama dalam siaga karhutla,” tambahnya.

Ia menegaskan, personel kepolisian juga telah disiapkan secara khusus untuk mendukung penanganan karhutla, meskipun berasal dari berbagai fungsi.

“Kita siapkan anggota yang didisiplinkan untuk kegiatan penanganan karhutla, sehingga ketika dibutuhkan bisa langsung bergerak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyebutkan kolaborasi dengan perusahaan juga telah dilakukan di wilayah rawan, seperti Kecamatan Teluk Sampit, yang masuk kategori risiko tinggi karhutla.

“Kami sudah membangun komitmen bersama antara kecamatan, desa, dan perusahaan untuk penanggulangan karhutla,” ungkapnya.

Baca Juga: Hadapi Kemarau Panjang Tahun 2026, Polres Kotim Pantau Ancaman Karhutla Lewat Udara

Ia menambahkan, beberapa wilayah seperti Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Ketapang, Baamang, hingga Cempaga masuk dalam kategori rawan kebakaran, sehingga membutuhkan sinergi semua pihak.

Kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat, perusahaan, hingga masyarakat, diharapkan mampu menekan risiko kebakaran yang kerap terjadi setiap musim kemarau di wilayah Kotim. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#penanganan karhutla #karhutla #musim kemarau #Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)