Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kecamatan Teluk Sampit Jadi Wilayah Berisiko Tinggi Terjadi Karhutla

Miftahul Ilma • Selasa, 28 April 2026 | 11:30 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Sampit.BPBD Kotim
Kebakaran hutan dan lahan di Sampit.BPBD Kotim
 
SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur (Kotim). 
 
Terlebih lagi, kemarau yang akan dihadapi tahun ini disinyalir lebih panjang dan kering akibat dampak El Nino Godzila. 
 
Baca Juga: 7000 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Antisipasi dan Menanggulangi Karhutla 2026
 
Salah satu daerah yang kini menjadi fokus penanganan adalah Kecamatan Teluk Sampit yang dinilai memiliki risiko tinggi. 
 
Langkah antisipasi pun mulai diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerag (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan untuk menyamakan langkah dalam menghadapi potensi karhutla.
 
Baca Juga: BMKG Sampit Beberkan soal Potensi Rentang Waktu Musim Kemarau di Kotim Tahun 2026
 
“Teluk Sampit ini termasuk daerah risiko tinggi karhutla. Kami sudah melakukan pertemuan dan membangun komitmen bersama antara kecamatan, desa, dan perusahaan untuk penanggulangan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026). 
 
Selain karhutla, potensi kekeringan juga menjadi perhatian. BPBD mendorong solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur artesis.
 
“Dari informasi di lapangan, kedalaman sekitar 8 meter sudah bisa menghasilkan air yang layak. Tapi ini masih kondisi sekarang, belum tentu saat kemarau,” katanya.
 
Baca Juga: Strategi Menyambut El Nino Godzilla: Optimalisasi Waduk di Indonesia hingga Modifikasi Cuaca
 
Ia menegaskan, penanganan bencana harus dimulai dari level paling bawah agar lebih cepat dan efektif.
 
“Kami ingin penanganan dimulai dari desa, kemudian kecamatan, baru ke kabupaten,” tegasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana
#sumur artesis #penanganan karhutla #el nino godzilla #karhutla #musim kemarau