Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dua Karhutla Terjadi di Kotim, Pertanda Kemarau Sudah Tiba

Miftahul Ilma • Selasa, 16 Juni 2026 | 13:00 WIB
Personel BPBD Kotim memadamkan api kebakaran. BPBD Kotim
Personel BPBD Kotim memadamkan api kebakaran. BPBD Kotim

SAMPIT – Dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam satu hari.

Hal itu bisa menjadi indikasi bahwa kemarau sudah di depan mata. 

Baca Juga: Hadapi Kemarau Panjang Tahun 2026, Polres Kotim Pantau Ancaman Karhutla Lewat Udara

Peristiwa tersebut membuat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim turun melakukan penanganan di sejumlah lokasi.

Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (15/6/2026) siang.

Api membakar lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dengan luas sekitar 0,12 hektare. BPBD Kotim mengerahkan 10 personel bersama satu unit mobil tangki untuk melakukan pemadaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam mengatakan, penanganan cepat dilakukan sehingga api tidak sempat menyebar luas ke area sekitar.

Baca Juga: Kemarau Panjang Mengintai, Pemko Palangka Raya Sudah Aktifkan 21 Pos Lapangan untuk Pantau Karhutla

Tidak berhenti di satu lokasi, BPBD kembali menerima laporan kebakaran lahan pada malam hari di kawasan Jalan Tjilik Riwut.

Namun, kondisi medan membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman.

Menurut Multazam, lokasi titik api berada cukup jauh dari akses jalan utama dan sulit dijangkau kendaraan pemadam.

“Setelah kami cek ke lapangan, jalurnya tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat maupun mobil tangki. Ditambah kondisi malam hari sehingga faktor keselamatan petugas juga harus diperhatikan,” jelasnya, Selasa (16/6/2026). 

Meski demikian, ia memastikan lokasi kebakaran tersebut berada jauh dari permukiman sehingga belum menimbulkan ancaman terhadap warga sekitar.

Baca Juga: Karhutla di Kalteng Tahun 2026 Diprediksi Meningkat, Gambut Paling Rawan 

“Untuk lokasi kedua memang jauh dari rumah penduduk, sehingga situasinya masih aman. Namun tetap kami pantau agar tidak berkembang,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Waspada

Dengan munculnya dua kejadian tersebut, BPBD Kotim mulai mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. Kondisi lahan yang mulai mengering dinilai dapat memperbesar risiko api cepat menjalar.

Multazam meminta warga tidak menggunakan metode pembakaran saat membersihkan lahan, terutama tanpa pengawasan.

“Sekarang kondisi sudah masuk kemarau. Kami mengimbau masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar,” bebernya. 

Baca Juga: Inflasi Kotim 4,18 Persen, Wabup Ajak Warga Laporkan Jika Ada Penimbunan Elpiji dan Minyakita

Ia menyebut, sebagian besar kasus karhutla sering berkaitan dengan aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan atau sisa pembakaran yang tidak dipastikan benar-benar padam.

Masyarakat juga diminta segera menyampaikan laporan apabila melihat adanya asap maupun titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak awal.

“Kalau ada melihat kebakaran atau asap, segera informasikan kepada petugas. Semakin cepat diketahui, semakin mudah dikendalikan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#kebakaran #karhutla #musim kemarau #bpbd kotim