Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BMKG Prediksi Puncak Kemarau Kotim Diprediksi Agustus-September, Waspada Karhutla

Miftahul Ilma • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi karhutla terjadi di Kalteng. AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Ilustrasi karhutla terjadi di Kalteng. AGUS PRAMONO/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit memperingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Baca Juga: Dua Karhutla Terjadi di Kotim, Pertanda Kemarau Sudah Tiba

Pasalnya, puncak musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Kepala BMKG Stasiun Haji Asan Sampit Mulyono Leo Nardo mengatakan, berdasarkan perkembangan fenomena iklim, musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dibandingkan kondisi normal.

“Kalau dilihat dari fenomena iklim yang berkembang, potensinya dari kategori sedang menuju kuat. Kemungkinan besar kondisi tahun ini lebih kering sehingga potensi karhutla juga meningkat,” ujarnya, Selasa (16/6/2026). 

Menurutnya, periode yang perlu mendapat perhatian lebih adalah saat memasuki puncak kemarau. Pada masa tersebut, kondisi lahan yang semakin kering dapat meningkatkan peluang munculnya titik panas.

Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat Masih Mengintai Meski Kalteng Mulai Masuk Musim Kemarau

“Yang perlu diwaspadai adalah Agustus dan September karena itu diperkirakan menjadi puncak musim kemarau tahun ini,” katanya.

Mulyono menjelaskan, sejumlah wilayah di bagian selatan Kotim memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena terdapat kawasan gambut yang cukup luas. Wilayah seperti Pulau Hanaut, Teluk Sampit, dan Mentaya Hilir Selatan menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian.

Kondisi gambut yang mengering saat kemarau panjang membuat api lebih mudah muncul dan sulit dikendalikan apabila terjadi kebakaran.

Baca Juga: Karhutla di Kalteng Tahun 2026 Diprediksi Meningkat, Gambut Paling Rawan 

Selain itu, arah angin juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Jika kebakaran terjadi di kawasan selatan, asap berpotensi terbawa menuju wilayah Sampit dan sekitarnya.

“Kalau terjadi kebakaran di wilayah selatan, asapnya berpotensi terbawa angin ke Sampit. Itu yang harus kita waspadai bersama,” jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Pemerintah dan masyarakat diminta bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini agar potensi karhutla selama musim kemarau dapat ditekan. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#gambut #karhutla #BMKG Stasiun Haji Asan Sampit #musim kemarau