Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Hampir Sepekan Karhutla di Eka Bahurui Kotim Tak Kunjung Padam, Helikopter Waterbombing Dikerahkan

Miftahul Ilma • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:32 WIB
Kebakaran lahan di Sampit.(BPBD)
Kebakaran lahan di Sampit.(BPBD)

 SAMPIT – Sudah hampir sepekan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak kunjung padam. Bahkan, bencana itu kian meluas seiring cuaca terik dan kering. 

Hal itu membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pengendalian api.

Langkah tersebut dilakukan karena kebakaran tidak hanya terus membesar, tetapi juga mulai mengancam jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Operasi pemadaman dari udara dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) dengan menyasar dua kawasan yang saat ini menjadi prioritas penanganan, yakni Desa Eka Bahurui, serta wilayah perbatasan Desa Soren dan Desa Camba, Kecamatan Kota Besi. Berdasarkan laporan sementara, luas lahan yang terdampak di kedua lokasi diperkirakan telah melampaui 10 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan bantuan helikopter dari BNPB difokuskan pada dua titik yang hingga kini masih menunjukkan perkembangan api cukup signifikan.

“Dua helikopter water bombing dari BNPB saat ini difokuskan untuk penanganan di Desa Eka Bahurui yang sudah memasuki hari kelima belum padam, kemudian di wilayah perbatasan Desa Soren dan Desa Camba di Kecamatan Kota Besi,” ujarnya.

Menurut Multazam, kondisi di Desa Soren menjadi perhatian tersendiri lantaran titik api baru muncul pada siang hari dan penyebarannya berlangsung cukup cepat sehingga membutuhkan respons secepat mungkin.

“Kalau melihat kondisi sekarang, justru titik api di Desa Soren menjadi yang paling mengkhawatirkan karena baru muncul siang tadi. Penanganan harus segera dilakukan supaya kebakarannya tidak terus meluas,” katanya.

“Proses water bombing sedang berlangsung dengan dukungan BNPB. Harapan kami, langkah ini bisa memperlambat sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, ancaman terbesar saat ini berada di lokasi kebakaran Desa Eka Bahurui karena kobaran api telah mendekati tiang-tiang SUTET. Jika tidak segera dikendalikan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu keberadaan infrastruktur vital tersebut.

 

“Di Eka Bahurui, area yang terbakar sudah mendekati tiang SUTET. Situasi ini tentu harus segera ditangani karena menyangkut perlindungan terhadap infrastruktur penting yang berada di kawasan tersebut,” ungkapnya.

Hingga kini BPBD Kotim bersama unsur gabungan masih melakukan pemantauan sekaligus pemadaman di lapangan. 

Sementara itu, dukungan water bombing diharapkan dapat mempercepat pengendalian karhutla, terutama pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau personel melalui jalur darat. (*)

Editor : Agus Pramono
#desa eka bahurui #waterbombing #karhutla kotim #kebakaran lahan #karhutla