Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Karhutla di Bagian Selatan Kabupaten Kotim Bisa Berdampak Kabut Asap Menyelimuti Kota Sampit

Miftahul Ilma • Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:46 WIB
Kondisi kabut asap tahun 2023 lalu di Kota Sampit.(miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Kondisi kabut asap tahun 2023 lalu di Kota Sampit.(miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang banyak terjadi di wilayah selatan Kotawaringin Timur berpotensi mengirimkan asap ke Kota Sampit. Kondisi tersebut dipicu arah angin yang kini didominasi bertiup dari selatan hingga tenggara.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo mengatakan arah angin saat ini menjadi faktor utama yang dapat membawa asap menuju kawasan perkotaan apabila kebakaran terus meluas.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan di Kalteng Terdampak Karhutla, Bencana Kabut Asap di Depan Mata

“Kalau kebakaran banyak terjadi di daerah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit. Itu yang kita khawatirkan,” katanya, Sabtu (18/7/2026). 

Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan BMKG, kondisi cuaca di Kota Sampit sejauh ini masih relatif bersih. Namun pada malam hari jarak pandang sempat menurun karena kecepatan angin melemah sehingga asap cenderung bertahan di suatu wilayah.

“Malam hari anginnya lebih tenang, sehingga asap tidak banyak bergerak dan cenderung menetap,” ujarnya.

Menurut Mulyono, fenomena kabut asap yang lebih sering muncul pada malam hingga pagi hari juga dipengaruhi kondisi atmosfer yang lebih stabil dibanding siang hari.

“Kalau siang anginnya lebih aktif sehingga asap terbawa. Saat malam anginnya melemah sehingga asap berkumpul di satu lokasi,” jelasnya.

Baca Juga: Karhutla Mulai Bermunculan di Kalteng, DPRD Ingatkan Ancaman Kabut Asap, Minta Kolaborasi dan Pencegahan Diperkuat

BMKG memprediksi musim kemarau di Kotim berlangsung hingga akhir Oktober 2026, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
musik kemarau asap bmkg karhutla kondisi cuaca