SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang banyak terjadi di wilayah selatan Kotawaringin Timur berpotensi mengirimkan asap ke Kota Sampit. Kondisi tersebut dipicu arah angin yang kini didominasi bertiup dari selatan hingga tenggara.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo mengatakan arah angin saat ini menjadi faktor utama yang dapat membawa asap menuju kawasan perkotaan apabila kebakaran terus meluas.
Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan di Kalteng Terdampak Karhutla, Bencana Kabut Asap di Depan Mata
“Kalau kebakaran banyak terjadi di daerah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit. Itu yang kita khawatirkan,” katanya, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan BMKG, kondisi cuaca di Kota Sampit sejauh ini masih relatif bersih. Namun pada malam hari jarak pandang sempat menurun karena kecepatan angin melemah sehingga asap cenderung bertahan di suatu wilayah.
“Malam hari anginnya lebih tenang, sehingga asap tidak banyak bergerak dan cenderung menetap,” ujarnya.
Menurut Mulyono, fenomena kabut asap yang lebih sering muncul pada malam hingga pagi hari juga dipengaruhi kondisi atmosfer yang lebih stabil dibanding siang hari.
“Kalau siang anginnya lebih aktif sehingga asap terbawa. Saat malam anginnya melemah sehingga asap berkumpul di satu lokasi,” jelasnya.
BMKG memprediksi musim kemarau di Kotim berlangsung hingga akhir Oktober 2026, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September. (*)
Editor : Ayu Oktaviana