SAMPIT – Meningkatnya ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.
Hingga kini, seluruh penerbangan masih berjalan normal karena jarak pandang (visibility) masih berada jauh di atas ambang batas keselamatan.
Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris mengatakan, operasional penerbangan hanya akan dihentikan apabila kabut asap menyebabkan jarak pandang berada di bawah standar keselamatan penerbangan.
Baca Juga: 17 Hari Berjuang, BPBD Kotim Berupaya Memutus Rambatan Api Karhutla Eka Bahurui
“Apabila kabut asap terlalu tebal, operasional penerbangan dapat dihentikan karena membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Operator tidak akan menjalankan penerbangan apabila jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Meski sempat terlihat kabut asap pada pagi hari, Abdul Haris memastikan kondisi di Bandara Haji Asan Sampit masih aman. Pihak bandara juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk memantau perkembangan karhutla di wilayah Kotim.
“Alhamdulillah masih aman. Jika mulai terlihat kabut asap, kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti BPBD. Sejauh ini penanganannya cepat sehingga operasional penerbangan masih berjalan normal,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan terakhir, jarak pandang di kawasan bandara masih berada di atas 10 kilometer. Angka tersebut masih jauh di atas batas minimum operasional penerbangan.
“Visibility saat ini masih di atas 10 kilometer. Standar minimal sekitar 5 sampai 10 kilometer, sehingga operasional masih aman,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi mulai dinilai rawan apabila jarak pandang turun hingga di bawah 5 kilometer. Pada situasi tersebut, maskapai akan mengambil langkah penyesuaian jadwal demi menjaga keselamatan penerbangan.
“Kalau memang kondisi tidak memungkinkan, operator akan segera menginformasikan kepada penerbangan yang akan berangkat dari Jakarta sehingga jadwal biasanya ditunda,” jelasnya.
Abdul Haris menambahkan, hingga saat ini belum ada perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan. Seluruh maskapai yang melayani Bandara Haji Asan Sampit masih beroperasi seperti biasa.
“Alhamdulillah belum ada perubahan jadwal. Seluruh penerbangan masih berjalan seperti biasa,” tandasnya.
Saat ini terdapat tiga maskapai yang beroperasi setiap hari di Bandara Haji Asan Sampit, yakni NAM Air, Super Air Jet, dan Wings Air.
NAM Air melayani rute Jakarta–Sampit, Sampit–Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Super Air Jet melayani rute Jakarta–Sampit, sedangkan Wings Air melayani rute Surabaya–Sampit. (*)
Editor : Agus Pramono