SAMPIT – Musim kemarau mulai menyulitkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah wilayah mengaku kesulitan mendapatkan air bersih lantaran hujan tidak turun.
Pemerintahpun mengintensifkan penyaluran air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau. Dalam kurun 17–22 Juli 2026, sebanyak 60.000 liter air bersih telah didistribusikan ke empat desa di wilayah selatan Kotim.
Baca Juga: Empat Desa yang Ada di Kabupaten Kotim Mulai Krisis Air Bersih
Penyaluran dilakukan secara bertahap ke Desa Basirih Hulu, Jaya Karet, Lampuyang, dan Samuda Kota. Distribusi terbesar berlangsung pada 17 Juli dengan total 30.000 liter air yang dikirim menggunakan enam rit mobil tangki.
Berdasarkan data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pada 17 Juli sebanyak 25.000 liter air disalurkan ke Desa Basirih Hulu dan Jaya Karet melalui lima rit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Sementara 5.000 liter lainnya dikirim ke Desa Lampuyang di tanggal yang sama.
Distribusi kembali dilakukan pada 19 Juli dengan mengirimkan 5.000 liter air ke Desa Samuda Kota. Selanjutnya, pada 21 Juli, menyalurkan 15.000 liter ke Desa Basirih Hulu dan Jaya Karet. Adapun pada 22 Juli, sebanyak 10.000 liter air kembali dikirim ke Desa Lampuyang.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, setiap pendistribusian dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter. Namun, di lapangan masih terdapat kendala berupa terbatasnya jumlah armada sehingga kendaraan harus melakukan perjalanan berulang kali.
Baca Juga: Wilayah Pesisir Kotim Rawan Diare di Musim Kemarau Panjang, Dinas Kesehatan Beberkan Penyebabnya
“Setiap kali pendistribusian, sekitar 5.000 liter air bersih disalurkan kepada warga. Di lapangan, ulun melihat masih terdapat kendala berupa keterbatasan armada mobil tangki, sehingga kendaraan harus bolak-balik untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya dalam unggahan Facebook dikutip, Kamis (13/7/2026).
Irawati mengapresiasi seluruh petugas yang terus bekerja memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk sinergi antara Perumdam Tirta Mentaya dan Dinas Pemadam Kebakaran Kotim dalam membantu distribusi air ke wilayah terdampak.
“Ulun (saya) mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran Perumdam Tirta Mentaya yang terus bekerja melayani masyarakat. Tidak hanya itu, ulun juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotawaringin Timur yang turut membantu pendistribusian air bersih, khususnya di wilayah Samuda,” katanya. Baca Juga: Karhutla Kalteng: 2.844 Titik Panas Terdeteksi Sejak Awal Tahun, 3.069 Hektare Lahan Terbakar
“Sinergi lintas perangkat daerah seperti ini menjadi wujud nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Ia berharap pelayanan distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi sepenuhnya. Warga juga diimbau memanfaatkan air secara bijaksana agar seluruh masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
“Ulun berharap pelayanan ini dapat terus berjalan dengan baik hingga kebutuhan air bersih masyarakat benar-benar terpenuhi. Kepada seluruh warga, ulun juga mengajak untuk menggunakan air secara bijak selama masa pendistribusian, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” imbuhnya.
Irawati turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penyaluran air bersih di tengah musim kemarau.
“Terima kasih kepada seluruh petugas di lapangan atas kerja keras dan pengabdiannya. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur,” tutupnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana