SAMPIT – Kabut asap tipis mulai menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (24/7/2026). Hal itu disinyalir merupakan dampak dari sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beberapa waktu belakangan.
Tak hanya pagi hari, bau asap mulai muncul bahkan sejak malam yang membuat dada sesak.
Baca Juga: BPBD Kotim Kaji Kenaikan Status dari Siaga Menjadi Tanggap Darurat Karhutla
Salah seorang kawasan Terowongan Nur Mentaya, Kecamatan Baamang, Nardi, mengaku aroma asap kini semakin mudah tercium. Menurutnya, meski jarak pandang belum terganggu, fenomena itu mengingatkannya pada musim kabut asap yang pernah melanda Kotim beberapa tahun silam.
“Bau asap sudah tercium. Kabut juga sudah terlihat meski masih tipis . Kami berharap kondisinya tidak berkembang seperti kejadian pada 2019 dan 2023,” ujarnya.
Ia berharap kebakaran yang masih terjadi di berbagai lokasi dapat segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan maupun aktivitas masyarakat.
“Mudah-mudahan titik-titik api bisa cepat dipadamkan, sehingga asapnya tidak semakin pekat dan tidak mengganggu warga yang beraktivitas setiap hari,” katanya.
Kekhawatiran masyarakat muncul di tengah prediksi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Cuaca kering dinilai meningkatkan potensi meluasnya karhutla apabila tidak segera ditangani.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim masih berjibaku melakukan pemadaman di berbagai lokasi.
Hingga Kamis sore, petugas menangani sedikitnya enam titik kebakaran yang tersebar di Jalan Karya Bersama, Kelurahan Baamang Hulu, Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5, Jalan Bumi Raya II atau Walter Hugo, Jalan Lingkar Selatan kawasan Darul Hijrah, Jalan Bumi Raya I Gang Kertakbumi, serta Jalan Sawit Raya di depan Kantor Musirawas.
Baca Juga: Pemkab Kotim Mulai Distribusikan Air Bersih ke Empat Desa
Dari sejumlah lokasi tersebut, api di Jalan Karya Bersama dan Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5 dilaporkan berhasil dipadamkan. Sementara titik lainnya masih terus dipantau dan ditangani oleh tim gabungan.
BPBD Kotim kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampak kabut asap selama musim kemarau. (*)
Editor : Ayu Oktaviana