SAMPIT- Kebakaran lahan di Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (10/8/2026), ikut menghanguskan satu unit excavator milik pemerintah daerah. Ironisnya, alat berat tersebut sedang tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan.
Mesin excavator telah dilepas dan dikirim ke bengkel sebelum kebakaran terjadi. Kondisi itu membuat alat berat tidak memiliki kemampuan untuk berpindah tempat ketika kobaran api mendekati area tempatnya berada.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan informasi awal mengenai kondisi ekskavator telah diterima dan pihaknya akan menelusuri kejadian itu melalui petugas yang berada di lapangan.
“Informasi kebakarannya kami terima Senin. Setelah dilakukan pengecekan, kami akan meminta keterangan PPL yang mengetahui kondisi di lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” katanya, Rabu (13/8/2026).
Ia menjelaskan excavator tersebut merupakan aset daerah yang ditempatkan melalui program penyediaan alat berat di masing-masing kecamatan. Sebelum terbakar, alat tersebut memang sedang menjalani perbaikan karena mengalami kerusakan pada mesin.
“Ekskavator itu memang sedang tidak beroperasi. Bagian mesinnya sudah dilepas dan dikirim ke bengkel, jadi alat beratnya tidak memungkinkan untuk digerakkan,” ujarnya.
Menurut Yephi, ekskavator tersebut bukan dibiarkan begitu saja. Ada pihak yang melakukan penjagaan di sekitar lokasi.
Namun ketika kebakaran lahan terjadi, kondisi alat yang tidak bisa bergerak menjadi kendala tersendiri.
“Penjagaan sebenarnya ada. Persoalannya, alat dalam keadaan rusak sehingga saat api mendekat tidak bisa segera dipindahkan dari lokasi,” jelasnya.
Terkait sumber api yang kemudian mengenai excavator, Yephi belum mau menyimpulkan penyebabnya. Ia menilai pemeriksaan langsung dan keterangan orang-orang yang berada di sekitar lokasi diperlukan sebelum menentukan kronologi kejadian.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Besok keterangan dari petugas di lapangan akan kami kumpulkan supaya kejadian ini bisa diketahui secara jelas,” katanya.
Kepala Desa Ramban, Umbung, juga memastikan alat berat yang terbakar merupakan milik Pemkab Kotim. Ia menyebut excavator tersebut sebelumnya dimanfaatkan warga melalui mekanisme peminjaman.
“Memang aset pemerintah daerah. Untuk bagaimana awalnya sampai terbakar, kami belum mengetahui secara pasti,” ujar Umbung.
Ia menambahkan, selama alat berat berada di lokasi, terdapat warga yang bertugas mengawasinya. Namun, kondisi excavator yang tidak dapat beroperasi membuat proses penyelamatan menjadi sulit ketika kebakaran terjadi.
“Selama dipinjam memang ada warga yang mengawasi alat tersebut,” katanya.
Peristiwa itu terjadi ketika kebakaran lahan melanda kawasan Bagendang. Rekaman kejadian yang beredar memperlihatkan api membakar bagian excavator hingga mengeluarkan asap tebal.
Pemkab Kotim kini masih menunggu hasil klarifikasi untuk memastikan apakah alat berat tersebut terbakar karena tersambar atau terkena rambatan api karhutla maupun akibat penyebab lain. (*)
Editor : Ayu Oktaviana