Titik Api Terus Bertambah, Status Tanggap Darurat Karhutla Kotim Diperpanjang

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:31 WIB
Bupati Kotim Halikinnor soal tanggap darurat Kotim.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Bupati Kotim Halikinnor soal tanggap darurat Kotim.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 20 hari kalender sejak 27 Agustus 2026 hingga 15 September 2026. 

Keputusan memperpanjang itu diambil setelah pemerintah mengevaluasi kondisi karhutla yang masih menunjukkan peningkatan titik api. 

Baca Juga: Inilah 4 Korporasi yang Ditangani Polda Kalteng Diduga Terlibat Karhutla

Sebelumnya pemerintah telah memberlakukan status tanggap darurat yang akan berakhir pada 26 Agustus 2026.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, berdasarkan laporan Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, jumlah titik api masih bertambah setiap hari. Kondisi cuaca juga diperkirakan masih panas hingga pertengahan September.

“Tadi disampaikan dan mendengarkan hasil yang dilaporkan oleh Pelaksana Harian Satgas bahwa titik api setiap hari bertambah,” katanya saat rapat koordinasi karhutla di Aula Rujab Bupati Kotim, Senin (24/8/2026). 

Ia mengatakan, laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam memperpanjang status tersebut.

“Tadi dilaporkan BMKG bahwa panas itu tetap masih panas sampai kemungkinan pertengahan September. Sehingga kita menyepakati untuk status tanggap darurat yang berakhir lusa tanggal 26 itu kita perpanjang,” ujarnya.

Baca Juga: Orangutan Kabur dari Hutan yang Sudah Terbakar, Terekam Masuk Lahan Warga 

Meski diperpanjang, Halikinnor menegaskan status tersebut akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Pemerintah daerah kini masih mengerahkan berbagai unsur untuk menangani karhutla, termasuk Basarnas, TNI, Manggala Agni dan unsur lainnya.

Halikinnor berharap kondisi tersebut dapat segera dikendalikan, terutama karena karhutla telah berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

“Untuk itu saya mengimbau masyarakat, tolonglah seperti yang sering saya sampaikan: kalau menemukan titik api kecil, segera dipadamkan,” imbuhnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
bmkg tanggap darurat halikinnor karhutla