SAMPIT – Krisis air bersih yang melanda Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih berlanjut. Warga di sejumlah desa disebut telah kesulitan mendapatkan air bersih selama dua hingga tiga pekan akibat sumber air sungai berubah asin.
Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Kotim kembali mengirim 90 ribu liter air bersih menggunakan armada PDAM, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Palang Merah Indonesia (PMI) pada Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: 50 Ribu Liter Air Bersih Dikirim ke Kecamatan Pulau Hanaut
Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah mengatakan, air tersebut diseberangkan menggunakan kapal LCT untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Bapinang Hilir, Babirah, Bapinang Hilir Laut dan Serambut. Pendistribusian juga dipantau langsung oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati.
“Ibu wabup tadi mengantar air bersih untuk Kecamatan Pulau Hanaut dengan armada PDAM, Damkar dan PMI. Kami menggunakan kapal LCT untuk mengantar ke desa di Pulau Hanaut dengan kapasitas 90 ribu liter,” ujarnya kepada Kaltengpos.jawapos.com.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga hingga 30 hari, dengan pembagian sekitar 200 liter. Para warga akan menyiapkan tempat di pelabuhan untuk diisi.
“Airnya kira-kira paling lama 20 hari sampai 30 hari, insyaallah cukup karena masing-masing warga kisaran 200 liter diberikan,” katanya.
Baca Juga: Air Sungai Mentaya Tak Lagi Bisa Dipakai, 3 Desa di Pulau Hanaut Krisis Air Bersih
Empat desa yang menjadi sasaran distribusi tersebut memiliki jumlah kepala keluarga (KK) yang cukup banyak. Desa Bapinang Hilir tercatat memiliki 653 KK, Babirah 520 KK, Bapinang Hilir Laut 431 KK dan Serambut 301 KK.
Fahrujiansyah mengatakan, warga sudah mengalami kesulitan air bersih selama hampir dua sampai tiga minggu. Kondisi semakin sulit karena air sungai yang menjadi sumber kebutuhan masyarakat kini terasa asin.
“Warga kesulitan air sudah hampir dua sampai tiga minggu. Kondisi air sungai asin,” katanya.
Penyaluran dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, bantuan air telah didistribusikan ke Desa Bapinang Hulu dan Babaung.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kemarau yang menyebabkan sumber air bersih semakin terbatas. (*)
Editor : Ayu Oktaviana