Satwa Liar di Kotim Kembali Jadi Korban Karhutla

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 14:31 WIB
Ular jadi korban karhutla di Sampit.(Screenshoot)
Ular jadi korban karhutla di Sampit.(Screenshoot)

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali memakan korban satwa liar. Tiga ekor ular dengan ukuran besar tewas terpanggang di sebuah lahan yang terbakar di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS).

Rahmi, seorang warga, mengatakan ular itu ditemukan pada Jumat (11/9/2026) setelah malam sebelumnya kebakaran lahan melanda wilayah tersebut.

Baca Juga: Anak Monyet di Sampit Diselamatkan Usai Habitatnya Sudah Terbakar

“Jumlahnya ada tiga ekor. Ditemukan hari Jumat setelah malamnya itu terbakar lahannya,” ujarnya saat dikonfirmasi Kaltengpos.jawapos.com, Sabtu (12/9/2026).

Dari video yang beredar, warna dari ular tersebut sudah tak terlihat. Sehingga sulit mengidentifikasi jenisnya.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, membeberkan dari bentuk kepala yang tersisa, ular tersebut diperkirakan berjenis sanca kembang.

“Kalau lihat kepalanya, seperti jenis sanca kembang,” bebernya.

Baca Juga: Orangutan yang Terjebak di Tengah Lahan Terbakar di Sampit Ternyata Memeluk Anaknya

“Nggak terlalu kelihatan, jadi nggak bisa memperkirakan pasti ular jenis apa,” imbuhnya.

Penemuan hewan liar itu menambah daftar panjang kerusakan ekosistem yang disebabkan Karhutla. 

Sebelumnya, sejumlah jenis ular juga sempat ditemukan tewas terpanggang di atas lahan terbakar.

Tak hanya hewan liar, hewan dilindungi pun juga terdampak. Beberapa waktu lalu, seekor tenggiling ditemukan tewas usai tak sempat melarikan diri saat habitatnya terbakar. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
kebakaran lahan karhutla bksda