Kota Sampit Kembali Dikepung Kabut Asap Tebal

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 09:09 WIB
Kota Sampit kembali diselimuti asap.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Kota Sampit kembali diselimuti asap.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT- Kabut asap tebal imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (18/9/2026) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, asap sudah mulai tercium.

Ketebalan asap bahkan semakin meningkat seiring dengan munculnya matahari. Pada saat berita ini ditulis pukul 08.30 WIB, asap justru semakin tebal dan mengganggu jarak pandang.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Siapkan Solusi bagi Masyarakat Dayak yang Dilarang Buka Lahan Tanpa Bakar

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dalam aplikasi ISPUNet, udara di Kota Sampit tembus hingga 694 PM10. Angka itu menunjukkan kualitas udara dalam status berbahaya.

Kendati demikian, sejumlah warga terlihat masih beraktivitas. Anak-anak sekolah dari berbagai jenjang juga masih terlihat hilir mudik di jalan raya untuk berangkat ke sekolah.

Dari pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jarak pandang di Kota Sampit pukul 08.00 WIB berada pada angka 100 meter, dengan cuaca 25,2 derajat Celsius dan kelembapan 82 persen.

Baca Juga: Trauma Kabut Asap 2015 Terulang, Eni Kini Cemas Melihat Anaknya Sesak Napas

Seorang warga, Anang, berharap kabut asap beberapa hari terakhir berbeda dengan hari ini. Beberapa hari belakangan, asap justru tercium dan terlihat saat tengah hari. Kondisi itu akan semakin parah saat sore dan malam hari.

“Biasanya siang kabutnya kelihatan. Kalau lagi terlihat bersih. Tapi hari ini kabutnya tebal,” katanya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kabut asap bmkg karhutla