Dari seluruh undangan yang telah disebarkan, hanya tujuh kepala daerah yang mengonfirmasi kehadiran, yaitu Bupati Katingan, Bupati Gunung Mas, Bupati Barito Selatan, Bupati Barito Timur, Bupati Murung Raya, Bupati Kapuas, dan Wali Kota Palangka Raya. Akibat minimnya kehadiran, rapat koordinasi tersebut terpaksa dibatalkan.
“Peningkatan PAD adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Tanpa komitmen yang sama, sulit bagi kita untuk mencari peluang baru dan mewujudkan program pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Gubernur Agustiar Sabran saat ditemui usai memimpin Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 Tingkat Provinsi Kalteng di halaman Kantor Gubernur, Sabtu pagi (12/7).
Kekecewaan Gubernur juga mencuat saat upacara tersebut berlangsung. Ia menyayangkan minimnya kehadiran para bupati dan wali kota yang seharusnya hadir untuk mendampingi serta memberikan dukungan langsung kepada peserta dari daerah masing-masing.
Padahal, acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran koperasi dan pelaku UMKM di Kalteng.
Upacara peringatan Harkopnas ke-78 itu diawali dengan parade peserta dari koperasi dan UMKM se-Kalteng, yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.
Gubernur kembali menekankan pentingnya sinergi antarpemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Jika kita tidak kompak dan tidak serius dalam mengelola serta meningkatkan PAD, maka kita akan tertinggal. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjutnya, akan terus menjalin komunikasi intensif dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota guna mendorong kemajuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masih di hari yang sama, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo dan sejumlah wartawan serta pemimpin media melaksanakan kegiatan olahraga bersama. Acara ini digelar di Komplek Persemaian dan Pembibitan milik Dinas Kehutanan Kalteng yang berlokasi di Jalan Hiu Putih Ujung, Kota Palangka Raya, Sabtu sore (12/7).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat.
Olahraga bersama tersebut juga diikuti oleh Pj. Sekda Kalteng Leonard Ampung, sejumlah pejabat perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng, serta pegawai Kantor Gubernur.
Olahraga dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi area persemaian yang luasnya hampir 10 hektare, sebanyak lima putaran penuh.
Gubernur Agustiar tampak bersemangat dan mampu menyelesaikan seluruh putaran dengan langkah mantap dan kecepatan stabil, didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo dan Leonard Ampung.
Suasana kegiatan berlangsung akrab dan santai. Gubernur kerap melontarkan candaan kepada wartawan dan para pejabat yang turut berolahraga. Meski berjalan jauh, tak tampak kelelahan di wajah Gubernur Agustiar.
Dalam momen olahraga ini, Gubernur juga sempat menyinggung pentingnya menjaga kebugaran bagi para pejabat, terutama kepala dinas.
Menurutnya, tubuh yang sehat akan melahirkan pemikiran dan kebijakan yang sehat pula.
"Kalau kita gemar berolahraga, tubuh kita akan sehat dan kuat. Dari tubuh yang sehat, akan muncul pemikiran dan kebijakan yang jernih," ujarnya.
Menariknya, banyak peserta lain yang tidak mampu menyelesaikan lima putaran penuh, bahkan ada yang berhenti di tengah jalan karena tidak sanggup menandingi kecepatan langkah Gubernur.
Kehadiran Gubernur di lokasi persemaian ini pun disambut antusias oleh masyarakat yang kebetulan sedang berolahraga atau berwisata bersama keluarga.
Usai berolahraga, Gubernur Agustiar Sabran menggelar dialog santai bersama wartawan. Dalam dialog yang dimoderatori Pj. Sekda Leonard Ampung dan juga dihadiri Wakil Gubernur Edy Pratowo serta kepala perangkat daerah Kalteng tersebut, dibahas sejumlah isu penting seputar pembangunan.
Beberapa isu utama yang disorot antara lain: optimalisasi pendapatan daerah (PAD), pembangunan infrastruktur, persoalan kelistrikan, serta masalah kendaraan bermuatan berlebih yang sering menyebabkan kerusakan jalan di Kalteng.
Gubernur menyambut baik berbagai masukan dan informasi yang disampaikan insan media. Ia berharap media dapat menjadi mitra positif pemerintah dalam membangun Kalteng.
“Pembangunan di provinsi seluas Kalteng ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Butuh kerja sama semua pihak, termasuk media sebagai sumber informasi bagi masyarakat tentang apa yang sedang dan akan dilakukan pemerintah,” ujar Gubernur Agustiar Sabran menutup dialog tersebut. (sja/ala)