POLISI terus mengusut misteri kematian Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP).
Polisi menemukan obat dan catatan riwayat rawat jalan dalam tas dan barang yang dibawa oleh Daru.
Namun, mereka tidak bisa menyampaikan temuan itu secara terperinci. Sebab, informasi tersebut merupakan privasi.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menyampaikan hal itu kepada awak media saat dikonfirmasi pada Senin (28/7).
Menurut dia, tas dan barang bawan tersebut ditemukan sehari setelah 8 Juli, yakni pada 9 Juli.
Lokasi persis penemuan tas dan barang itu adalah samping tangga darurat lantai 12 Gedung Kemlu.
”Tas itu ditemukan di rooftop (Gedung Kemlu), berdasarkan keterangan dari tim penyelidik itu 1 hari setelah tanggal 8, setelah ditemukan korban. Jadi, ditemukan lah tas itu di lantai 12 di samping tangga darurat,” kata dia.
Reonald menyampaikan bahwa Gedung Kemlu hanya sampai lantai 12. Untuk menuju rooftop, harus naik tangga darurat.
Itu yang dilakukan oleh Daru sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya.
Dia mengakui, polisi telah membuka dan melihat isi tas serta barang bawaan tersebut, namun, dia tidak bisa merinci temuan itu.
”Saya nggak bisa kasih tahu secara rinci, yang pasti yang ditemukan ada laptop, ada pakaian, ada juga goodie bag itu karton tas, dia kan sebelum naik ke rooftop kan dari GI, dari pusat perbelanjaan itu,” jelasnya.
Obat dan catatan rawat jalan atas nama Daru ditemukan dalam tas tersebut.
Ihwal obat dan sakit yang diderita oleh Daru, Reonald menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa menyampaikan informasi itu.
Sebab, semua merupakan privasi Daru. Bukan untuk disampaikan kepada publik.
”Ada beberapa obat-obatan yang korban bawa. Tidak bisa saya sampaikan secara rinci. Saya kan sudah sampaikan itu kemarin di beberapa kesempatan bahwa ada ditemukan surat rawat jalan beliau dari salah satu rumah sakit umum di Jakarta, tanggal saya lupa, tapi di catatan bulan Juni 2025,” bebernya. (jpc)