BEREDAR di media sosial aksi seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengelilingi sekitar Bundaran Tugu Salawat Amuntai, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Norman Umar, Selasa (26/8) sore.
ODGJ tersebut terpantau menggunakan gamis berwana hitam dan membawa bendera merah putih dengan melakukan gerakan menyerupai tawaf akhirnya diamankan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Hulu Sungau Utara (HSU) Kalimantan Selatan.
Pada bendera bagian warna putih bertuliskan salawat dan Pancasila. Rupanya, pria yang diduga ODGJ itu sebelumnya melakukan aksi berenang, kemudian berlanjut tawaf.
“Tadi bakunyung (berenang) imbah (setelah) itu tawaf,” ujar seorang wanita yang merekam kejadian tersebut.
Tak lama, anggota Satpol PP Hulu Sungai Utara (HSU) yang sedang berjaga di halaman rumah dinas bupati mengamankan pria tersebut. Saat dihentikan, ia bahkan sempat mengangkat dua jari dengan simbol V.
Video itu memancing beragam komentar warganet. Ada yang menduga pria tersebut tengah melakukan ritual nazar, ada juga yang menyebut dirinya seperti sedang melaksanakan tawaf layaknya di Masjidil Haram.
Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, Kepala Satpol PP dan Damkar HSU, Asikin Noor memastikan bahwa pria tersebut adalah ODGJ yang merupakan warga Amuntai.
“Yang bersangkutan memang sudah lama mengalami gangguan mental. Aksinya memanjat Tugu Salawat dan berkeliling seolah-olah tawaf cukup membuat heboh, sehingga harus kami amankan,” jelas Asikin, Rabu (27/8).
Pria tersebut kemudian dibawa pulang dan diserahkan ke pihak keluarga di Desa Sungai Durait, Babirik. (jpg/abw)