Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Baru Dilantik sebagai Kepala BGN, Nanik Akan Lakukan Efisiensi Anggaran

Miftahul Ilma • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:00 WIB
Tumpukan ompreng MBG yang siap dibagikan oleh SPPG kepada penerima manfaat. (Instagram/badangizinasional.ri)
Tumpukan ompreng MBG yang siap dibagikan oleh SPPG kepada penerima manfaat. (Instagram/badangizinasional.ri)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang mulai menyusun strategi baru. Ia menyebut rencana kerjanya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah menuju efisiensi anggaran.
Nanik menyebut, meski anggaran sudah dipotong, ia akan melakukan efisiensi lebih lanjut tanpa mengurangi penerima manfaat MBG.

“Yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran. Kami berharap meskipun anggaran sudah dipotong, masih bisa dilakukan efisiensi lebih lanjut tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Ramalan 4 Aplikasi AI Bikin Ngeri: Rupiah Anjlok ke Rp22.000, Inilah Penyebab Investor Asing Kabur

Nanik menjelaskan, ada sejumlah langkah yang sudah disiapkan dalam melakukan efisiensi itu. Pertama, melakukan refocusing atau penataan ulang kelompok penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran.

Kedua, BGN juga memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan maupun penambahan dapur MBG di titik-titik baru.

“Dalam rangka efisiensi anggaran, kami melakukan refocusing penerima manfaat dan moratorium dapur-dapur baru,” katanya.

Baca Juga: Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Dicopot Usai Anggaran Motor Listrik MBG Lolos? Menkeu: Anda Tebak Saja Sendiri

Ketiga, BGN juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG yang sudah berdiri. Evaluasi tersebut mencakup standar fasilitas, kualitas makanan yang dihasilkan, hingga kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam operasional dapur.

Menurut Nanik, dapur yang belum memenuhi standar akan mendapat pembinaan. Namun, jika ditemukan ketidaksesuaian yang cukup serius, operasionalnya bisa dihentikan sementara sampai memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kami akan melakukan pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan beroperasi agar sesuai standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan fasilitas dan pelatihan SDM. Bila dapur itu tidak sesuai, tentu akan kami lakukan suspend,” bebernya.

Baca Juga: Video Lama Dadan Hindayana Saat Interaksi dengan Murid SD Disorot Netizen

Keempat, BGN juga menyiapkan langkah khusus untuk memperluas jangkauan program ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Program tersebut akan dijalankan dengan sejumlah alternatif skema pelaksanaan yang diharapkan tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Program MBG untuk daerah 3T tetap menjadi perhatian kami. Kami sedang menyiapkan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar program bisa berjalan tanpa membebani APBN secara berlebihan,” ujarnya.

Nanik menambahkan, seluruh langkah tersebut saat ini masih dalam tahap konsolidasi internal. Ia memastikan BGN akan terus melakukan penyesuaian secara bertahap agar program MBG dapat berjalan lebih efisien, berkualitas, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#nanik sudaryati deyang #Mbg #Badan Gizi Nasional (BGN) #BGN #efisiensi anggaran