KALTENGPOS.JAWAPOS.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan berdampak hingga ke wilayah Malaysia. Kondisi tersebut dipengaruhi arah angin yang membawa asap lintas wilayah.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan, pergerakan asap menuju Malaysia terjadi karena arah angin yang pada saat itu cenderung bergerak ke wilayah tersebut.
Namun, ia menyebut arah angin dapat berubah sehingga pergerakan asap tidak selalu menuju satu wilayah.
Baca Juga: Asap Karhutla di Kalimantan Mulai Mengancam Negara Tetangga
“Kebetulan anginnya memang agak mengarah ke sana waktu itu. Tapi suka bolak-balik,” ujarnya mengutip Jawa Pos, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus melakukan langkah mitigasi dan pemadaman karhutla untuk menekan dampak asap yang ditimbulkan.
Jumhur menegaskan upaya penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengerahkan seluruh kemampuan di lapangan.
“Tapi sekarang mitigasi dan pemadamannya terus-terusan. Kerja keras mereka semua,” katanya.
Baca Juga: Napas Warga Palangka Raya Sesak oleh Kabut Asap, Bapenda Malah Razia Pajak, Auto Dikritik Netizen
Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan kerja keras sekaligus kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca dan arah angin yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kita inilah berdoa sambil bekerja keras,” tuturnya.
Karhutla di Kalimantan memang masih mengamuk hingga sekarang. Salah satunya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Seluruh tim dikerahkan guna menanggulangi bencana yang muncul hampir setiap musim kemarau itu. (*)
Editor : Ayu Oktaviana