PALANGKA RAYA – Sekolah Rakyat (SR) di Kota Palangka Raya telah rampung dan siap beroperasional. Bangunan yang difasilitasi ruangan kelas dan asrama ini hanya tinggal diresmikan saja.
Dalam waktu dekat tepatnya pada 22 September mendatang semua peserta didik sudah masuk asrama dan menjalani masa pengenalan sekolah.
“Kalau Palangka Raya itu tanggal 22 peresmian SR Kota Palangka Raya,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palangka Raya Riduan di Aula Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota, Selasa (17/9/2025).
“Tanggal 21 dilakukan cek kesehatan gratis bagi siswa, kemudian mereka langsung masuk asrama,” tambahnya.
Setelah peresmian pada 22 September 2025 nanti, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan langsung digelar di sore harinya.
Tenaga pendidik pun sudah dipersiapkan, terdiri dari satu kepala sekolah, satu tenaga pendidikan dan tiga guru dari Kementerian.
“Kita juga sudah MoU dengan pemerintah kota sehingga ada guru tambahan yang ditugaskan dari kota,” ujar Riduan.
Selain tenaga pengajar, kebutuhan tenaga lain seperti pengasuh asrama juga sudah dipikirkan. Pemerintah akan memanfaatkan tenaga dari program sosial kementerian seperti PKH dan PSM.
“Untuk kebutuhan di asrama, kita bisa manfaatkan tenaga Bantandana maupun PSM,” tambahnya.
Riduan berharap hadirnya Sekolah Rakyat di Palangka Raya bisa menjadi solusi bagi anak-anak kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Semua sudah kita koordinasikan agar pada hari peresmian nanti berjalan lancar,” ujarnya.
Sebanyak 75 peserta didik dari kelompok desil satu terdaftar dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kepala sekolah maupun tenaga pendidik juga telah dipersiapkan.
SR yang dilengkapi dengan asrama itu diharapkan peserta didik menjadi lebih nyaman untuk tinggal di sana. Mereka dapat belajar, bermain, hingga beristirahat di lokasi yang sama. Sebab sistem SR ini seperti sekolah Boarding School.
“Karena di Kota Palangka Raya menampung sebanyak 75 peserta didik, maka ada enam ruangan asrama yang dapat menjadi tempat istirahat anak-anak,”bebernya.
Riduan juga memastikan, fasilitas SR di Ibu Kota Provinsi Kalteng itu sama dengan fasilitas SR yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.
Mulai dari ruangan kelas beserta isinya, meja, bangku, hingga ruangan asrama yang memiliki tempat tidur bertingkat. Semua dipersiapkan dengan maksimal untuk menunjang kenyamanan peserta didik.
“Untuk sarana-sarana fisik memang sudah memadai ya. Dari sisi ruang kelas, sisi asrama, terus dapur umum juga sudah siap, termasuk asrama buat guru dan wali asuhnya,”tambah Ahmad Juhari, Perencana Ahli Media Biro Perencanaan yang juga Setap Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat di Kementerian Sosial, saat ditemui di lokasi.
Meski demikian, ia menyebut masih ada sejumlah hal teknis yang perlu diatur lebih lanjut, terutama terkait penempatan wali asrama, wali asuh, dan guru. “Memang tidak semuanya bisa tertampung. Mungkin nanti ada pengaturan secara teknis,” katanya.
Ahmad juga menyoroti kondisi halaman sekolah yang belum tertata karena faktor musim hujan.
“Kalau saya lihat hanya tinggal halaman saja lah yang memang masih mungkin tidak bisa digarap oleh PU. Saya sudah minta tadi ibu kepala sekolah, untuk bagaimana mengatasi kondisi lapangan yang saat ini musim hujan, sehingga tidak mungkin anak-anak belajar di halaman terbuka,” jelasnya.
Menurutnya, tahap akhir yang ditunggu hanyalah prasarana belajar yang akan segera dikirim dari Kementerian Sosial.
“95 persen kondisinya sudah siap, tinggal nanti prasarana belajar yang akan dikirim oleh kawan-kawan dari Kementerian Sosial,” tegas Ahmad. (ham/chi/*rif/ala)