PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya memperkirakan puncak musim hujan di Kalimantan Tengah terjadi lebih awal dari biasanya, yakni pada Oktober hingga November 2025.
Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena La Niña, yang menyebabkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Palangka Raya, Anton, mengatakan bahwa dengan adanya La Niña, curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah akan lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
“Saat ini kita sudah memasuki musim hujan yang disertai fenomena La Niña. Dengan adanya La Niña, curah hujan diperkirakan akan meningkat lebih tinggi dari biasanya,” ujar Anton, akhir Oktober lalu.
Menurutnya, puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada Desember atau Januari, tahun ini datang lebih cepat. Meski demikian, curah hujan diperkirakan tetap tinggi hingga awal tahun depan.
“Pada Desember hingga Januari nanti curah hujan masih akan cukup tinggi, bahkan pada Maret 2026 juga diperkirakan curah hujan masih tergolong tinggi,” jelasnya.
Anton menyebutkan, hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah berpotensi terdampak hujan dengan intensitas tinggi, terutama wilayah bagian utara atau daerah hulu sungai seperti Murung Raya, Barito Utara, Gunung Mas, dan Seruyan.
“Daerah-daerah tersebut memiliki potensi hujan lebat yang lebih tinggi dibanding wilayah lain,” katanya.
Ia menjelaskan, sejauh ini peningkatan curah hujan terjadi cukup merata di Kalimantan Tengah karena kondisi geografis wilayah yang relatif datar. Namun, masyarakat tetap perlu waspada terhadap banjir kiriman dari wilayah hulu sungai.
“Yang perlu diwaspadai adalah daerah-daerah di bagian hulu sungai, karena potensi banjir kiriman dapat terjadi di wilayah yang berada di bagian bawah aliran sungai,” ucapnya.
Anton menambahkan, pengaruh La Niña diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2026. Fenomena ini, katanya, menandakan kondisi atmosfer yang lebih basah dari normal.
Baca Juga: Polres Bartim Gelar Apel Akbar Kebangsaan dan Tanggap Darurat Bencana
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir pada periode November hingga Januari.
“Banjir bisa terjadi secara tiba-tiba, khususnya di daerah dataran rendah yang menerima aliran air dari hulu sungai. Karena itu, masyarakat perlu memantau informasi cuaca dari BMKG secara berkala,” pungkas Anton. (*rif/ram)