PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan langkah besar di bidang pendidikan akan dimulai tahun depan. Melalui program unggulan “Satu Rumah Satu Sarjana”, Pemerintah Provinsi menargetkan keluarga berpenghasilan rendah dapat mengirimkan minimal satu anggota keluarganya hingga bangku kuliah.
Dalam pernyataannya saat acara Silaturahmi bersama jurnalis di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Jumat (21/11/2025), Gubernur H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa skema bantuan pendidikan tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk tahap pelaksanaan pada 2026. Ia menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 15 ribu kuota bagi penerima manfaat pada tahap awal.
Menurut Agustiar, perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat miskin adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.
“Tahun 2026 program ini sudah mulai jalan. Kuota kurang lebih 15 ribu orang sudah kami siapkan, dan semuanya diprioritaskan bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Selain bantuan pendidikan tinggi, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyiapkan 35 ribu kuota sekolah gratis untuk jenjang pendidikan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa seluruh program harus dijalankan dengan mekanisme ketat agar tidak terjadi duplikasi dengan program pemerintah pusat.
“Perhitungannya sudah kami matangkan. Prinsipnya, bantuan ini tidak boleh tumpang tindih supaya anggaran yang dipakai benar-benar memberi manfaat,” tutur Agustiar.
Ia berharap kebijakan tersebut menjadi dorongan besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah dengan tingkat kesenjangan akses pendidikan. Pemerintah, katanya, ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalteng menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang di Bumi Tambun Bungai. (ovi/ram)
Editor : Ayu Oktaviana