PALANGKA RAYA-DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan fokus kerja barunya untuk tahun 2026 dengan mengutamakan penguatan kaderisasi dan pelayanan publik sebagai fondasi pemenangan pada Pemilu 2029.
Arah tersebut menjadi hasil utama Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS Kalteng yang berlangsung selama dua hari di Palangka Raya.
Ketua DPW PKS Kalteng, Sirajul Rahman, mengatakan Rakerwil tahun ini menjadi titik penting penyusunan program partai untuk satu tahun ke depan.
“Rakerwil ini memprogramkan dan menyiapkan rencana kegiatan di tingkat provinsi dan kabupaten se-Kalimantan Tengah untuk tahun 2026,” ujarnya usai penutupan Rakelwil DPW PKS Kalteng di Hotel Neo Palangka Raya, Minggu (30/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa seluruh DPD PKS kabupaten/kota akan menindaklanjuti forum ini dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Desember mendatang agar seluruh struktur bergerak dalam satu arah program.
“Kami mengokohkan barisan, meningkatkan pelayanan, dan meraih kemenangan. Ini tema besar kami dari provinsi hingga kabupaten,” katanya.
Sirajul menyampaikan bahwa PKS Kalteng mengandalkan program inti K2P2 yakni kader, kaderisasi, pelayanan publik, dan pemenangan untuk memperkuat posisi partai menjelang Pemilu 2029.
"Yang kami prioritaskan adalah peningkatan pembelaan, pemberdayaan, dan pelayanan kepada masyarakat. Itu orientasi kerja kami, sekaligus instruksi dari pusat,” jelasnya.
Melalui K2P2, PKS menargetkan penguatan struktur internal dan peningkatan kualitas kader sehingga program sosial dan layanan publik dapat berjalan lebih masif di daerah-daerah
Dengan fokus pada konsolidasi kader, pelayanan publik, dan penguatan basis dukungan, PKS Kalteng yakin untuk memasuki fase awal menuju Pemilu 2029.
PKS menargetkan seluruh hasil Rakerwil segera diterjemahkan dalam program konkret mulai awal 2026 melalui kerja kolaboratif antara DPW dan DPD se-Kalteng.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran yang hadir pada acara penutupan tersebut mengingatkan pentingnya sinergi antara partai politik dan arah pembangunan daerah.
“Kami ini pembina politik. Kami hadir di semua partai, karena tugas kami menyerap masukan dari berbagai warna,” kata Agustiar.
Ia menekankan bahwa partai politik harus menjaga keselarasan antara gagasan internal dengan mandat pembangunan yang telah disampaikan dalam janji kampanye.
“Kalau tidak selaras, nanti program tidak nyambung dan tidak jalan. Yang ada hanya misi-misinya dinas saja, bukan visi besarnya,” ucapnya.
Agustiar juga berharap PKS melahirkan rekomendasi yang kuat, terutama terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan perlindungan lingkungan.
Ia meminta partai memainkan peran kontrol legislatif secara konstruktif dan solutif. (ovi)
Editor : Ayu Oktaviana