Rapat ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Operasi Lilin Telabang 2025 yang mengusung tema “Mewujudkan Paradigma Baru Pelayanan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam Semangat Transformasi Polri”, dengan fokus pada penguatan pelayanan publik yang humanis, profesional, dan kolaboratif.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa rakor lintas sektoral merupakan tahapan krusial untuk menyamakan persepsi seluruh instansi terkait, guna memastikan pengamanan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pihaknya juga memetakan 42 titik rawan kecelakaan lalu lintas dan 35 titik rawan kemacetan.
“Rapat koordinasi ini kita awali untuk menyatukan persepsi seluruh stakeholder, agar pelaksanaan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam kegiatan ibadah Natal, aktivitas libur, hingga perayaan malam Tahun Baru, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolda.
Kapolda menjelaskan, Operasi Lilin Telabang 2025 dirancang dengan berbasis evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi tahun sebelumnya.
Evaluasi tersebut menjadi pijakan penting untuk memperbaiki kekurangan dan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi.
Berdasarkan data evaluasi Operasi Lilin Tahun 2023–2024, terjadi peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas dari 34 kasus pada 2023 menjadi 35 kasus pada 2024 atau naik 2,8 persen.
Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan dari 12 orang menjadi 6 orang atau turun 50 persen.
Sementara itu, korban luka berat mengalami kenaikan dari 1 orang menjadi 2 orang, dan korban luka ringan meningkat dari 39 orang menjadi 42 orang.
“Ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi kenaikan jumlah kecelakaan, fatalitas dapat kita tekan. Ke depan, kita harapkan bukan hanya korban meninggal yang menurun, tetapi juga jumlah kecelakaan dan korban luka bisa ditekan semaksimal mungkin,” tegas Kapolda.
Selain itu, data penegakan hukum lalu lintas juga menunjukkan peningkatan signifikan, terutama melalui tilang elektronik (Etle) yang naik dari 21 pelanggaran pada 2023 menjadi 129 pelanggaran pada 2024, serta jumlah teguran yang meningkat dari 2.011 menjadi 4.008.
Selanjutnya, Kapolda mengungkapkan adanya peningkatan signifikan mobilitas masyarakat selama periode Nataru, baik melalui moda transportasi darat, laut, maupun udara.
Berdasarkan data kerawanan kamtibmas sektor transportasi periode 2023–2024, total pergerakan masyarakat meningkat hingga 70 persen.
Rinciannya, transportasi darat meningkat 16 persen, transportasi laut naik 49 persen, dan transportasi udara juga melonjak hingga 49 persen.
“Pergeseran mobilitas masyarakat ini harus kita antisipasi secara serius. Kita telah memetakan 42 titik rawan kecelakaan lalu lintas dan 35 titik rawan kemacetan yang harus menjadi fokus pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas,” jelasnya.
Kapolda menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa atau takdir semata, melainkan harus dicegah melalui langkah-langkah konkret, kolaboratif, dan berkelanjutan.(ovi/ram)
Editor : Agus Pramono