Berbanding terbalik dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang per tabungnya hanya Rp. 22.000 saja. Warga juga mengaku sedikit kesulitan mencari elpiji subsidi itu di eceran.
Agar tidak terjadi lonjakan harga elpiji secara terus menerus, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memanggil Pertamina serta beberapa agen elpiji untuk duduk bersama dalam satu forum rapat. Tujuannya supaya harga elpiji bisa terjangkau di momen-momen krusial layaknya Nataru.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengaku menerima beberapa keluhan dari masyarakat Kota Cantik. Baik melalui media sosial maupun laporan langsung yang diterimanya, Fairid dengan tegas akan menindaklanjuti hal ini.
Untuk itu, Fairid menugaskan kepada DPKUKMP Kota Palangka Raya mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.
Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal menjelaskan melambungnya harga elpiji disebabkan oleh tingginya permintaan dan kebutuhan dari masyarakat.
"Pertama saya lihat, banyak sekali UMKM yang tumbuh di Kota Palangka Raya, yang kedua ini adalah momen Nataru, sehingga kebutuhan elpiji meningkat dari biasanya,"ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Samsul mengira, hal ini justru dimanfaatkan oleh pedagang eceran. Mengingat antusiasme masyarakat untuk berburu elpiji, pengecer menaikkan harga elpiji hingga Rp40.000 per tabung. Padahal di tingkat pangkalan harga normal sesuai HET.
Operasi pasar akan digelar
Samsul memastikan Operasi Pasar Murah (OPM) akan digelar mendekati Hari Raya Natal. Setiap harinya akan digelar di dua titik kelurahan, sesuai dengan kelurahan yang tingkat kebutuhannya paling tinggi.
"Rencana kami, mulai dari 23-24 Desember 2025, kemudian dilanjutkan pada 27 Desember akan dimulai lagi hingga di penghujung tahun,"
Dalam satu truk, kemungkinan mencakup 400 tabung elpiji, lanjutnya. Karena dilaksanakan di dua titik, maka Pemko Palangka Raya menyalurkan elpiji sebanyak 800 tabung per hari pada operasi pasar murah.
Pertamina menambah kuota
Sementara itu, Perwakilan Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah, Dippo Wirya Kitri, menyampaikan bahwa ketersediaan elpiji di wilayah Kalteng saat ini dalam kondisi terjaga dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, sepanjang Desember 2025 Pertamina telah menyalurkan gas melon melalui alokasi reguler sebesar 5.935 metrik ton atau setara dengan 1.978.448 tabung.
Untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi selama periode Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pertamina juga menambahkan pasokan melalui mekanisme extra dropping sebanyak 234 metrik ton atau sekitar 77.840 tabung.
“Upaya ini kami lakukan agar distribusi elpiji 3 kilogram dapat berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Dippo.
Terkait harga, Dippo menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram hanya berlaku hingga tingkat pangkalan. Sementara harga yang dijual oleh pengecer berada di luar kewenangan langsung Pertamina.
“Kami tidak memiliki kendali atas harga di pengecer. Namun apabila masyarakat menemukan penjualan di pangkalan atau agen yang melebihi HET, hal tersebut dapat dilaporkan kepada Pertamina,” tegasnya.
Adapun khusus di Kota Palangka Raya, saat ini tercatat terdapat 6 agen elpiji dan 444 pangkalan aktif yang telah ditetapkan melalui surat keputusan pemerintah daerah. (ham)
Editor : Agus Pramono