KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah pada periode 9 hingga 11 Februari 2026.
Sejumlah daerah diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktifnya fenomena atmosfer skala besar berupa Gelombang Rossby yang saat ini terpantau aktif secara spasial di wilayah Pulau Kalimantan. Fenomena ini berkontribusi besar terhadap proses pembentukan awan hujan.
“Di Kalimantan Tengah terpantau adanya daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang mendukung pertumbuhan awan hujan,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Senin (9/2/2026).
Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembaban udara yang tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat, sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan konvektif di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
BMKG merinci, pada Senin (9/2/2026), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah Katingan, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Selanjutnya, pada Selasa (10/2/2026), cakupan wilayah terdampak meluas meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
Sementara pada Rabu (11/2/2026), potensi hujan lebat diperkirakan lebih terkonsentrasi di wilayah Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, serta Kapuas bagian utara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai kilat, angin kencang, hingga angin puting beliung.
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, dan dampak cuaca ekstrem lainnya,” tulis BMKG.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi yang dapat menyertai kondisi cuaca tersebut, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah rawan bencana.
“Dampak lanjutan seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang perlu diantisipasi, khususnya di daerah rawan dan permukiman padat penduduk,” imbuhnya.
Prakiraan Cuaca Selasa, 10 Februari 2026
Sejumlah daerah diprediksi mengalami potensi hujan tinggi hampir sepanjang hari, mulai dari pagi hingga dini hari. Di antaranya Tamiang Layang yang diperkirakan mengalami hujan sedang pada pagi hari, kemudian berlanjut hujan ringan dari siang hingga dini hari, dengan suhu berkisar 23–30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan mencapai 100 persen.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Pulang Pisau, dengan hujan sedang pada pagi hari yang berlanjut hujan ringan hingga dini hari, pada suhu 23–31 derajat Celsius. Sementara Muara Teweh diprediksi berawan di pagi hari, namun diguyur hujan ringan dari siang hingga dini hari, dengan suhu 23–30 derajat Celsius.
Di wilayah Buntok, hujan sedang juga diperkirakan turun pada pagi hari dan berlanjut hujan ringan hingga malam dan dini hari, dengan suhu relatif stabil di kisaran 23–30 derajat Celsius.
Sementara itu, beberapa wilayah diprediksi masih sempat menikmati cuaca cerah berawan di siang hari, meski tetap diselingi hujan pada waktu lainnya. Di Sukamara, cuaca diprakirakan berawan pada pagi, malam, dan dini hari, namun cerah berawan pada siang hari, dengan suhu cukup hangat mencapai 32 derajat Celsius.
Untuk wilayah Sampit, BMKG memprakirakan kondisi berawan pada pagi hari, cerah berawan di siang hari, kemudian hujan ringan pada malam dan dini hari, dengan suhu berkisar 24–32 derajat Celsius. Pola serupa juga terjadi di Pangkalan Bun, yang diprediksi berawan hampir sepanjang hari, kecuali siang hari yang cerah berawan, dengan suhu maksimum 32 derajat Celsius.
Di Nanga Bulik, cuaca diperkirakan berawan pada pagi dan dini hari, cerah berawan pada siang hari, serta terdapat potensi hujan ringan pada malam hari.
Adapun wilayah yang didominasi cuaca berawan sepanjang hari antara lain Kuala Pembuang, yang diprakirakan berawan hingga berawan tebal tanpa hujan, serta memiliki kecepatan angin tertinggi mencapai 16 kilometer per jam ke arah barat.
Di Kuala Kurun, cuaca berawan diperkirakan terjadi pada pagi hari, cerah berawan di siang hari, lalu hujan ringan pada malam dan dini hari. Sementara Kuala Kapuas dan Kasongan menunjukkan pola serupa, yakni hujan ringan pada pagi hari, cerah berawan di siang hari, kemudian kembali hujan ringan pada malam hingga dini hari.
BMKG menyebut, secara umum wilayah Kalimantan Tengah berada dalam kondisi atmosfer yang sangat lembap dengan suhu minimum rata-rata 23 derajat Celsius dan suhu maksimum mencapai 32 derajat Celsius.
“Kelembapan udara berada pada kisaran 61 hingga 100 persen, dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 16 kilometer per jam, yang umumnya bertiup ke arah utara dan barat,” tulis BMKG dalam rilisnya.
BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan cuaca ekstrem, termasuk genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
“Kondisi atmosfer yang basah dan labil berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperhatikan keselamatan saat beraktivitas,” tegas BMKG.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebagai dasar perencanaan aktivitas harian, terutama bagi warga yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana