SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Jumat, (13/2/2026).
Sejumlah daerah diprediksi mengalami hujan sejak pagi hingga dini hari, disertai potensi angin dan kelembapan udara yang cukup tinggi.
Berdasarkan rilis BMKG, wilayah pesisir dan perkotaan seperti Sampit, Pangkalan Bun, Palangka Raya, Kuala Pembuang, dan Sukamara umumnya berawan hingga hujan ringan–sedang pada siang dan malam hari.
Sementara itu, beberapa daerah pedalaman seperti Puruk Cahu, Muara Teweh, Buntok, dan Tamiang Layang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi, terutama pada malam hingga dini hari.
Untuk Kota Sampit, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan pada pagi hari, kemudian hujan pada siang hari, berawan kembali pada malam hari, dan cerah berawan pada dini hari.
Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 14 km/jam dan kelembapan udara tinggi, mencapai 71–99 persen.
Sementara itu, wilayah Palangka Raya diperkirakan mengalami cuaca berawan pada pagi hari, hujan pada siang hari, kemudian berawan hingga dini hari.
Suhu udara berada di kisaran 24–32 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 8 km/jam dan kelembapan 71–99 persen.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan air, banjir lokal, serta gangguan aktivitas transportasi darat dan sungai.
“Masyarakat di Kalimantan Tengah diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada siang hingga malam hari. Perubahan cuaca bisa terjadi cepat dan berpotensi menimbulkan dampak seperti genangan, banjir lokal, serta gangguan aktivitas harian,” tulis BMKG dalam rilis prakiraan cuaca tersebut, Kamis (12/2/2026).
BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, pengendara transportasi sungai, serta pengguna jalan raya, agar lebih berhati-hati dan selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi guna mengantisipasi risiko akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana